Entri Populer

Selasa, 30 Desember 2014

Ini Selesai


Sebelumnya hentikan senyummu padaku itu
Karna aku tau itu palsu.

Uh,mengerikan sekali
Kau membuatku takut di tiap malamku
Menjelma menjadi  mimpi buruk di tiap tidurku

Apa kau lupa Cintaku
Mencintamu  pada saat itu telah menjadi pesona  tak  terlupakan

Tapi kenapa duniamu menyeramkan sekali
\
Kau membuat  hatiku kehilangan kesucianya
Kabohonganmu memberiku kematian yang nyata tentang diriku sendiri\
Bahkan aku jadi jelek karna itu

Kau fikir itu karna orang lain
Oh sayang, cintaku
Sebelumnnya aku tak  secepat ini memakan sampah
Aku bahkan tak  pernah menikmati memakan muntahan orang lain

Tapi isi kepalamu  yang  tak  terduga itu  mempu melakukannya |

Dan akupun tak menyangka
Nyatanya kau hanya Iblis tengah malam
Yang meringkuk tanpa dosa dalam tidurmu
Tapi kitapun tak pernah sadar,
kau selalu tidur di atas tumpukan hati yang patah

Dan kau akhirnya ikut mematahkan hatiku  Kan
|
Tak kusangka pengaruhmu sebesar itu.
Takkan  selesaikah kisah ini?

Coba kau berfikir tentang diriku
Kejelakanmu itu perlahan menulari diriku
Dan itu juga pada orang lain
'Aku harap tidak sungguhan terjadi lagi'

Memilihmu, kusebut  saja kau sebagai malaikatku
Malaikat  yang  lupa akan jati dirinya
Hingga menjelma menjadi malaikat busuk

Baiklah setelah yang kumaksud ini membuatmu merenungi salahmu
Cintaku.

Ini telah usai...

Jumat, 19 Desember 2014

Tentang Tuhan dan Ketuhanan


We all know, bahkan para Atheis mempercayai ini. Kenyataan tak terbantahkan bahwa TUHAN MAHA PENCIPTA.
Tuhan menciptakan segala yang ada di Alam Semesta ini. Langit,Bumi dan Isinya. Karna tak mungkin sesuatu itu ada tanpa ada yang Mencipta.
Well, Tak  perlu penjelasan terlalu dalam. Silahkan lihat kanan kirimu, adakah sesuatu yang kau lihat - Yang tiba-tiba ada dengan sendirinya. Baju yang anda pakai saja, kalau tidak ada penjahit yang membuatnya -atau menciptakannya- maka tidak mungkin baju itu ada 'dan anda sedang mengenakannya sekarang'.

Jika seseorang mengatakan, Tuhan itu Tidak Ada. Coba tanyakan padanya, Dari mana asalnya Alam Semesta ini ? Atau tanyakan hal aneh, seperti 'Dari mana Asalnya Manusia?' Atau 'Akan kembali ke mana setelah Manusia Mati?'

Di usia 14tahun Saya membaca cuplikan dari sebuah buku berjudul "kenapa kita  islam?"
Dalam cuplikan kalimat buku itu terdapat pernyataan, bahwa belum ada manusia yang bisa menjelaskan -secara nalar- dengan fakta yang dapat dipahami oleh Manusia. Bagaimana caranya Menciptakan Bumi. Dari mana sumbernya Tanah, Batu,Pohon, Hewan, bahkan Manusia.
Ratusan Ilmuwan bahkan menjadi Gila hanya untuk memikirkan 'Dari mana asalnya Alam Semesta ini'.

 Dan beberapa ilmuwan memeluk islam ketika menemukan jawaban atas pertanyaan mereka seputar alam di dalam Kitab Suci Al-quran.

Saya membaca buku itu sudah bertahun-tahun lamanya, tapi sampai hari ini saya masih percaya bahwa segala yang ada di bumi adalah Ciptaan Tuhan. Orang tua kita, teman-teman kita, bahkan diri kita sendiri, juga adalah ciptaan Allah.

Lalu, kalau begitu kenapa Tuhan yang baik, tidak menciptakan hal-hal yang baik saja. Kenapa Tuhan menciptakan Kegelapan juga, kenapa Tuhan menciptakan kebencian, dan kenapa  Tuhan menciptakan Kemusyrikan jika itu Buruk.
Karna itulah Keadilan Tuhan, Selalu ada perbandingan untuk segala sesuatunya.

Dunia ada, tentu ada yang mencipta, siapa penciptanya? ya, Itu Tuhan. karena tidak mungkin sesuatu ada dengan sendirinya.
Siapa Tuhan? dia pastilah lain dengan ciptaanya. krna jika Dia sama dengan cptaan-Nya, maka Dia baru, atau suatu yang diciptakan pula, atau Dia akan sejajar dengan cptanya dll. Sungguh tak patut jadi Tuhan, Jika begitu.
lalu, Ketika Tuhan sudah Maha pencipta, dia berhak penuh atas kepemilikan-Nya(ciptaan-Nya).
Maka -dengan hak-Nya pula- Dia menrunkan undang2 (kitab)bagi makhluk-Nya sebagai petunjuk bagaimana harus hidup, berinteraksi dll. ya, itu adalah Hak-Nya sebagai Pencipta. dan anehnya, Undang-Undang Tuhan itu penuh dengan hal2 baik; tidak berzina, tidak mabuk, tidak mengkonsumsi Narkoba, tidak membunuh dll. Jelas; Tuhan tidak sembarang, dia penuh kasih kepada ciptaan-Nya.
Jika ini sudah jelas dan diterima, baru kita akan Mengulas “keadilan Tuhan”.


 
Saya punya dua teori/cara untuk mengenal tuhan :
1. Mengenal Tuhan dengan BERTANYA SECARA LANGSUNG (mewawancarai tuhan).
Dengan cara ini kita, sebagai manusia yang dipenuhi oleh rasa ingin tahu yang sangat banyak di dalam dada ini, bertanya saja langsung/secara verbal kepada tuhan tentang apa-apa yang perlu ditanyakan.
Nah, kalo dirasa cara yang pertama itu tidak mungkin alias MUSTAHIL karena kendala teknis, Berarti MANUSIA HANYA PUNYA cara yang kedua.
2. Mengenal Tuhan berdasarkan apa yang sudah diciptakannya.
Ini bisa dimulai dengan mempertanyakan pertanyaan2 seperti berikut ini:
Apa-apa sajakah yang sudah diciptakan tuhan?
Sampai sejauh manakah saya benar2 mengetahui SEMUA CIPTAAN Tuhan? maksudnya SEMUA CIPTAAN TUHAN -TANPA KECUALI- YANG MEREPRESENTASIKAN SIAPA DIRINYA. Dalam hal ini termasuk seluruh GALAKSI yang ada di alam semesta ini.

Tugas terbesar MANUSIA INDONESIA saat ini bukanlah cuma berpolemik panjang tentang “produk agama” yang mana yang lebih bagus untuk lebih mengenal Tuhan, tapi buktikan dong kemampuan kita sebagai bangsa. Contohnya kita bisa mengalahkan Amerika dalam penjelajahan luar angkasa demi point no.2 tadi yakni UNTUK MENGENAL TUHAN BERDASARKAN APA YANG SUDAH DICIPTAKANNYA.
Sungguh picik rasanya, kalau ada manusia baik yang atheis maupun pemuka agama theis yang mengaku-ngaku sudah KENAL DEKAT lah, AQRAB lah, SAHABAT TUHAN lah, KEKASIH TUHAN lah, dll, padahal kakinya cuman baru bisa menginjak permukaan bumi doang.

Bai de wei 1: apakah ciptaan Tuhan cuma planet biru ini saja? (pertanyaan yang gak perlu dijawab)
Bai de wei 2: kemana aja sih LEMBAGA RISET ILMU PENGETAHUAN negeri ini, kok dari dulu-dulu pada ga ada suaranya? Saya jadi curiga ini lembaga riset ada orangnya apa kagak? Atau mungkinkah negeri Indonesia yang mengaku orangnya pintar-pintar ini, tidak mempunyai semacam institusi ilmu pengetahuan yang bakal menjawab semua “kehausan” kita akan banyak pertanyaan di alam semesta ini? Atau perlu kagak saya yang turun tangan?
Terima kasih, maaf kalo ada kata-kata yang kurang berkenan.


manakah dari pernyataan berikut yang paling benar:
- ciptaan Tuhan paling sempurna adalah manusia.
- ciptaan manusia paling besar adalah Tuhan.
kalau memang Tuhan (gak peduli t kecil atau T besar) itu tidak bisa dikonsepkan, tidak bisa dinalar, tidak bisa didefinisikan, maka berarti tuha tidak ada.
nah kalau tuhan bisa dikonsepkan dan didefinisikan, tentu saja dengan nalar dan konsep manusia, maka berrarti tuhan itu buah cipta nalar manusia.

pasti sekarang sedang ada sesuatu di atas kita semua
yang melihat masing-masing dari kita sedang menghadap layar komputer atau smartphone kita
yang membaca artikel ini dari awal sampai habis
baca,capslock,shift,enter,space dan backspace atau delete
yang kemudian tertawa senang karena rencananya untuk membelit-belitkan pikiran kita dengan sesuatu yang disebut tuhan dan semacamnya, telah berhasil
mungkin dia tuhan, mungkin di atas tuhan yang kita ciptakan, mungkin di atasnya lagi, mungkin juga orang-orang yang sudah mati mereka mempunyai suatu peradaban diatas kita yang menguasai dan mengatur alam tempat kita tinggal dan segala sesuatunya.
yaa,kita tidak tahu siapa dia, berjaga-jaga saja supaya tidak jadi bahan lelucon nya/mereka.
What about just living your damn life without intervening other’s lives


karna bagi saya, saya hanyalah ciptaan Tuhan, bukan Tuhan sendiri, jadi saya tidak sempurna.
dan karna saya tidak sempurna saya tidak mau menghina apapun yang juga sama-sama tidak sempurna.
manusia tidak percaya Tuhan itu wajar, mungkin karna pengalaman empirisnya, atau mendapat pencerahan lain.
tapi saya juga tidak membenci atheisme dan agnostik.


Makanya, gak usah mikirin Tuhan. Pikirin jasadmu sendiri saja. Pikirin bagaimana jantungmu berdenyut. Bagaimana pangkreasmu memproduksi insulin agar gula darahmu stabil. Pikirin urat-uratmu yang bila direntang bisa sepanjang Jakarta-Hongkong..
Allah sendiri berfirman: Jangan fikirkan Dzatku, tapi fikirkanlah apa yang telah kuciptakan…!!!
Selamat berfikir.

Senin, 08 Desember 2014

Single ! Tidak. Saya sedang menjalin Hubungan Dengan Kebebasan.

Sahabat-sahabat gue yang udah pada punya pacar, sekarang udah lupa sama gue. Even, mereka enggak lagi mengenali gue kalau kebetulan enggak sengaja ketemu dijalan. Ingin rasanya gue lempar muka mereka pake broti.

Padahal dulu gue begitu dekat sama mereka. Waktu jomblo kita sering pergi kemana-mana bareng. Melakukan hal-hal paling menyenangkan di dunia tanpa ada ikatan dengan orang lain, Kecuali Ayah dan Ibu.
Tapi sekarang,kita (ehm, maksud gue mereka) merasa udah dewasa. Udah bukan saatnya lagi main-main sama kebebasan. Melepas status single jadi pilihan utama. Dan gue merasa kehilangan mereka, kehilangan momen-momen indah yang takkan mungkin terulang lagi. Sedangkan mereka sama sekali tidak merasa kehilangan gue -karna sudah punya pacar.

Ah.. Shiyt

Disini Gue !   masih gini-gini aja. Jomblo, menikmati kesendirian, dan Kebebasan.
Gue enggak terikat sama Siapapun, dan itu membuat gue ngerasa plong tanpa beban. Gue enggak terikat sama cowok yang suka ngatur, dan suka nyakitin.

walau tidak semua cowok seperti itu.

Karna katanya Jangan bercinta dulu jika tak ingin patah hati. So, Now i prefer to single. Better than i must hurt Again. Gue enggak mau cinta yang Salah pada akhirnya hanya akan buat keadaan semakin Memburuk. Karna itulah, sebelum benar-benar Mantap untuk mencintai. Gue mau bebas aja, biarpun udah kehilangan para sahabat.

Jadi buat sahabat-sahabat gue yang udah punya pacar dan lupa sama gue. Semoga Kalian Bahagia dan Goodbye..

Minggu, 07 Desember 2014

Y OU M UST D IE (Note)

 



Rasanya, terlalu lama gambar itu terselesaikan. Dan bukan hanya itu ada ratusan gambar lainnya yang belum selesai. Bahkan ada yang baru mau kumulai untuk kubuat lagi.

Yes, now. Since my mother Broke Bond Accident.

Aku sudah kehilangan waktu untuk diriku sendiri. Secuilpun tak tersisa. Mungkin ini saatnya kudedikasikan waktuku untuk seseorang yang telah memberiku hidup ini.

But. Oh, GOD.

Im not ready, Nothing Ready Even.

Mama sangat manja dann Bawel. Dosakah aku jika merasa kesal padanya disaat seperti ini.

Even, suddenly I hope better she die. \--

Evermore than she’s life with step like this.

V e r y e g o I s

Semakin memperparah keyakinanku untuk menikah.

You-must-die   or  I-must-silent-forever