Aku ingat -dan akan selalu ingat- Bagaimana pertama kali aku Jatuh Cinta padamu.
Hari dimana aku datang ke Pajak Buah tempatmu bekerja, pertama kali berbincang dengan ayahmu dan pulang kau antar naik sepeda motor Supra Biru.
Aku duduk diboncengan, memandangi bahumu yang lebar, menggapainya dan langsung terasa hangat.
Kamu membawa sepeda motor itu dengan kecepatan 40. Tenang dan tersenyum sumringah.
Tanpa dikatakanpun aku tau, kamu bahagia karna aku datang ke tempatmu jualan.
Malam itu, aku ingat -dan akan selalu ingat- itulah saat pertama hatiku membuka pintunya untuk membawamu masuk dalam cintaku.
Hatiku dipenuhi oleh dirimu, karna aku telah jatuh cinta padamu tanpa sengaja.
Ya Tuhan, terimakasih telah Engkau pertemukan hati yang selembut dan sebaik dirinya.
Aku bersyukur atas perasaan ini.
Matakupun berkaca-kaca. Untuk sesaat, Bening air mata itu terjatuh tapi lalu kuseka dan kembali tersenyum dihadapanmu.
--
Tapi, Segalanya kini sudah berubah.
Ingatan hari itu, tetap hanya tinggal menjadi ingatan saja.
Waktu telah mengubah diriku, dan dirimu.
Keegoisanmu dan Keegoisanku telah menjadi Boomerang yang pada akhirnya melukai perasaan kita masing-masing.
Aku masih Cinta Padamu. Meski sangat ingin berharap bisa Lupa.
Dan menatapmu, demi diriku, aku sudah tak sudi lagi.
Udah saatnya aku menjalani hal yang nyaman yang tidak melukai ataupun dilukai kekasih.
Seraya berharap, Semakin hari aku akan semakin TEGAR
Entri Populer
-
Bayi itu sosok yang kecil, tapi biayanya besar. Mulai dari kebutuhan dan keperluannya yg printilan. Bayi memang penuh dengan keruwetan -disa...
-
Terkadang aku mau stell masa bodo dalam sehari. Bodo amat ahh.. Gak usah masak.. Gak usah diurus anak-anak.. Gak perlu beresin Rumah.. Tapi...
-
Baru tau kalau ada rasa baru dari Indomie yaitu Mie Bangladesh dan Mie Aceh. Huwaa.. Pagi2 masak mie dan makan. Dan lalu... Memotret mie unt...
-
Selamat Siang.. Aku masih saja GEDEQ sama diriku sendiri karna belum bisa mengatasi Rasa malas yang melanda Jiwa dan Raga ini. Entah mengapa...
-
Cuma orang bodoh dan orang mati yang tak pernah mengubah pendapatnya _James Russel lowell \
