Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label Chicklit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chicklit. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Mei 2026

nasehat dari kakak

hai adikku yang cantik dan ayu..

hari ini kakak mau kasih kamu satu nasehat.
mumpung kakak masi
h mikirin kamu. hehe..

di masa remajamu yang indah ini, nanti akan ada masanya kamu bertemu dengan seorang laki-laki yang spesial di hatimu.

dan untuk menguji apakah laki-laki itu bertahan sampai kedepannya.
cobala
h menduakannya dengan laki-laki lain yang kau temui di saat yang sama.

jika kau merasa bersalah, maka, laki-laki itu adalah yang terbaik. yang untuk kedepannya akan menjadi nomor satu terus di hatimu.

tapi tak perlu buru-buru menyimpulkan ya..

INGAT ! semua butuwaktu, hai Ayu..



Rabu, 13 Mei 2026

Mimpi

 Aku mimpi sekolah lagi. Mimpi Iqbal lagi. Mimpi duduk di bangku kayu, di ruang kelas, bareng teman-teman lagi.

Mimpi yang selalu datang.

Mimpi yang tak kurencanakan.

Mimpi aneh namun berulang.


Tapi aku sepertinya paham. Mimpi-mimpi itu, bukan sekedar mimpi biasa. 

Ada cita-cita, kenangan, dan harapan yang menunggu untuk kujemput.

Sesuatu yang belum usai..

Yang entah kapan berakhirnya..


Jumat, 08 Mei 2026

Dipendam sampai mati

Ada satu sifat dari papa yang menurun cukup plek ketiplek padaku, yaitu sifat suka memendam perasaan. entah itu perasaan bahagia, atau kecewa.

Tapi kebanyakan yang dipendam adalah sebuah bentuk kekecewaan.

karena terlalu sering memendam, akhirnya rasa  kecewa itu menjadi sebuah bentuk energi negatif dalam badan yang membunuh secara perlahan. entah penyakit itu terlihat atau tidak, tapi fatalnya, yang dipendam itu dengan perlahan membunuh pelan-pelan.

Ya, i hope u knowwhat i mean.

susah juga jelasinnya.

butuh penerangan


Kamis, 26 Februari 2026

Ikhlas

Aku juga ingin punya Rumah Bagus.

Kulit yang putih tanpa Noda.

Uang yang banyak tanpa digit.

Dan juga tubuh yang sehat.

Tapi, mungkin belum saatnya.

Allah hanya kasih segala yang sederhana.

Rumah sederhana.

Keluarga kecil.

Dan pikiran waras.

Tapi aku sangat bersyukur.

Karena aku ikhlas.



Selasa, 17 Desember 2024

Hanya ada darah, dan leher yang putus

-

 Laki-laki itu menggila, dengan lagat membabi buta membawa seklewang arit tajam dan mengayunkannya leher orang-orang, siapapun yang berada di dekatnya akan ditebas tanpa kasihan.

Warga yang melihantnya lebih memilih melarikan diri daripada melerai, karena takut akan menjadi korban 'arit tajam' berikutnya.

Aku sedang pulang dari suatu tempat, saat tiba-tiba aku melewati pria gila yang baru saja menggorok leher seseorang.
Aku takut setengah mati, dan saat melihatku pria itu langsung mengejarku juga.

Aku menghambur ke arah rumah warga, dan saat itu dua orang remaja pemberani mencoba menghadang melindungiku, namun na'as mereka juga langsung menjadi korban penggorokan. Mereka tewas di tempat tapi aku masih saja berlari ke gang kecil, yang akhirnya diselamatkan oleh dua orang pria.

Pria yang satunya lehernya sudah terputus dan mengeluarkan banyak darah di depan mataku, namun pria yang satunya lagi dengan santai dan berani membawa golok tajam dan langsung menebas leher pria yang sedari tadi menggila itu.

Namun na'as pertarungan tak bisa dihindari.
Kedua Pria itupun tewas di tempat.

--

Darah membanjiri lokasi, dan aku masih di tempat itu ketika akhirnya polisi datang dan melakukan Olah TKP.
Aku adalah saksi yang harus menjelaskan apa yang kulihat pada penyidik.

Dan papa juga ada disana menanyakan satu hal.
"apa yang akan kau lakukan untuk menghilangkan trauma ini?"
dan aku menjawab "hanya harus melupakannya, dan memikirkan hal yang indah saja"
Papapun tersenyum.

Tapi, tiba-tiba saja pria menyeramkan itu hidup kembali.
Bentuknya seperti thor tanpa baju.
Seperti iblis, yang siap membalas dendamnya padaku.

Kufikir, iblis ini takkan mati dengan mudah, lawannya bukan manusia.

Iblis itu tiba-tiba saja terbang, menabrakkan kepalanya di sebatang pohon hingga berlubang.

Papa yang melihat itu, tak menyia-nyiakan kesempatan, di dekatnya berdiri Trapo listrik dan papa langsung meledakkan Trapo itu agar sang iblis juga ikut meledak, Hancur.

---

Tamatlah sudah,
Papa mengorbankan dirinya untuk meledakkan trapo bersamaan dengan iblis itu, Demi melindungiku.

Aku masih tercengang, tak bisa berkata-kata, semua kejadiannya begitu cepat.
Maafkan aku papa,bahkan sampai akhir papa masih mengorbankan nyawa untuk keselamatanku.

#Cerita ini berdasarkan mimpiku tadi malam.




Minggu, 08 September 2024

Mereka bilang Ayahku pelit, tapi bagaimanapun keadaannya dia tetap ayahku

 Aku anne laras, panggil saja laras.
Aku sudah 18 tahun dan sedang kuliah jalur beasiswa.

Sejak kecil aku sudah di didik oleh ayah untuk menjadi orang yang hemat, uang jajan terbatas dan makanpun kadang dijatah.
Aku bahkan pernah dipukul sapu karena memberikan baju bekas pada anak tetanggaku.
Segala macam pengeluaran rumah tangga akan dicatat walau hanya 500perak.
Jika catatan keuangan pengeluaran lebih besar daripada pemasukan, maka ayah akan mematikan lampu ketika kami tidur agar menghemat listrik.
Dan jika catatan keuangan amburadul atau ada yang terselip maka ayah akan marah-marah tidak jelas, semua hal bisa jadi serba salah.

Memang marga ayah ibuku terkenal sebagai marga pelit di lingkungan sekitar yaitu marga padang.
Ketika aku masih kecil ayah ibuku berladang menanam sayuran dan cabai. Karna prilaku hidup pelit mereka, aku nyaris jarang sekali makan ikan atau daging. Sehari-hari hanya makan sayur dan sambal yang dipetik dari kebun sendiri. Kalaupun ada saudara yang berkunjung kerumah, ibu baru masak telur balado yang rasanya sudah mewah sekali dilidahku.

Di usiaku yang ke 13tahun, adalah kali pertama ayah membuka usaha rumah makannya. Mereka membuka rumah makan padang dibantu oleh anak undeku yang baru saja putus sekolah, dia sengaja datang merantau ke kotaku 'sembahe' untuk sekedar mencari makan. aku memanggilnya Uni sarah.

Uni sarah hanya digaji 500ribu sebulan untuk membantu masak dan mencuci piring dirumah makan keluargaku. Meski begitu dia sudah bersukur karna diberi makan gratis.

Awalnya langganan ayah cukup banyak, hampir setiap hari ayah menghitung keuangan yang bisa 3xlipat keuntungannya daripada modal.
Meskipun begitu ayah tetap saja pelit pada anak-anaknya.

Aku bahkan harus kerja menjadi asisten guru, yang lebih mirip petugas kebersihan di sekolah agar bisa mendapat uang masuk untuk membeli sesuatu yang aku inginkan.

Di masa SMA, hal yang paling aku inginkan adalah Handphone Kamera, dan butuh waktu 4bulan sampai uangku cukup membeli Handphone Kamera "Nokia" saat itu.
Itupun kubeli dalam kondisi bekas yang masih layak, Karna membeli baru akan butuh waktu lebih lama lagi menabung, sedang hati sudah ingin sekali.

Semua teman sudah punya Handphone Kamera, bahkan anak seorang janda yang pekerjaan ibunya PRT juga sudah punya Handphone kamera.
Sedang ayahku yang seorang pengusaha rumah makan yang lumayan laris, jangankan Handphone, untuk membelikanku buku sekolah saja, kalau  bisa ayah mencarinya di Loakan agar dapat yang murah.

Karna mau buku baru atau bekas, yang penting niat belajarnya, kata ayah.

Singkat cerita
hari ini aku sudah kuliah,  dan itupun jalur beasiswa karna aku takut jika aku meminta ayah menguliahkanku, maka uangnya akan habis sia-sia, pikirnya.

Beras, Gula, Minyak, bahan makanan dan sembako perlahan mulai naik, membuat ayah makin pusing memutar uang.
Segala pengeluaran ditekan, termasuk mengolah kembali makanan sisa yang tidak habis dari rumah makan.

Aku sampai terkadang tidak mau menyentuh makanan dari jualan ayah karna tau proses pembuatan makanan segar yang dicampur makanan sisa.
Aku tau ini curang, tapi itulah cara ayah agar bisa menghasilkan keuntungan sebanyak mungkin.

Dari luar mungkin orang-orang berpikir jika hidupku enak dan baik-baik saja. Memiliki keluarga kaya, usaha lancar, rumah besar dan kendaraan.
Tapi dari dalam aku merasa benci pada keluargaku. Mereka bahkan merasa pelit mengeluarkan uangnya untuk bersedekah.

INGIN RASANYA CEPAT TAMAT KULIAH DAN BEKERJA SENDIRI, MENGHASIKAN UANG DAN PERGI MERANTAU JAUH DARI KELUARGA YANG PELIT.


Tapi meskipun begitu, seburuk apapun ayahku dia tetap ayahku.
Di masa depan aku yakin tetap ada hal baik yang bisa kucontoh dari ayahku.
yaitu kebiasaannya menabung yang konsisten.
Dan biar susah hari ini, tapi senang di hari kemudian.





 


Jumat, 05 Juli 2024

Not Yet

 Aku belum selesai dengan masa lalu. Tapi sialnya, aku malah merancang masa depan.

Hidupku seolah terpaku di tempat, mundur tak mungkin, melangkah pun sulit.

Stuck in Trap.

Ya, Just Stuck 🥴



Minggu, 12 Mei 2024

Suamiku, bolehkah aku tidur

Suamiku aku izin ingin tidur, boleh ya !

Aku selalu menjadi orang yang tidur paling larut, tapi harus bangun paling pagi

Aku sudah mencuci baju dan piring

Mengurus pakaian dan kebutuhanmu dirumah

Dari ujung teras sampai pembuangan sampah, aku yang bersihkan
bahkan Wc yang kotor juga aku sikat

Setiap hari memikirkan pengeluaran belanja untuk makan dan lain-lain

Menjaga dan mengasuh anakmu tanpa ada libur dan istirahatnya

Begitu malam tiba, ditambah lagi harus melayanimu di ranjang

Aku capek dan aku lelah, tapi tugasku tak bisa digantikan siapapun

Jika sehari saja aku bermalas-malasan,
Keesokan harinya semua pekerjaan sudah menumpuk.

Suamiku, bukannya aku tak bersyukur

Tapi terkadang ada kalanya aku ingin istirahat.

Menjalani hari dengan kebebasan, melakukan hal yang membuatku bahagia..

Entah kapan waktunya, tapi aku menunggu.

 

Sabtu, 06 April 2024

Ada Cerita dalam setiap foto

 Di Laptopku ada banyaaak sekali foto dari semua kenangan yang pernah kualami di hidupku.

Bukan hanya foto bagus, tapi ada foto candid, ada juga foto yang tak sengaja terjepret dan tersimpan.

bagiku selalu ada cerita dalam setiap foto.

Dan untuk mereka yang telah tiada, foto-foto itu bisa menjadi obat rindu, dikala aku ingin bertemu.
Dan untuk semua harta benda yang telah hilang, foto-foto itu juga menjadi pengingat, bahwa yang telah diambil alih orang lain, hanyalah sesuatu yang pernah dimiliki.

foto di teras depan rumah mbah


Senin, 18 Desember 2023

Everything Gone

Ya Allah apa yang harus kulakukan..

Hatiku sakit sekali..
Membayangkan, segala yang hilang di masa lalu.

Terkadang aku bertanya-tanya kenapa Allah memberiku cobaan yang seperti ini ?
Apakah karna aku dinilai cukup kuat untuk menghadapinya.
Tapi sulit ya Allah..
Aku terseret dan terseok seok sendirian dalam kubangan derita.
Aku lemas dan kehilangan tenaga.

Jika saja bukan karna iman.
Aku mungkin sudah mati sejak lama.

Tapi nyatanya tidak.
Meskipun sudah berdarah, ajalku belum menjemput.

#Copyyrightby:Cherry


Kamis, 12 November 2020

HOEY

 

Mari kita ingat kenapa dulu bisa begitu mudah membuka hati untuk seorang iblis kekanakan.

Ya, Karena dulu aku begitu minder sama diri sendiri dan juga terlalu menutup hati untuk seribu pintu yang terbuka.

Seperti semua pertengkaran yang pernah terjadi, dan semua kata perpisahan yang hampir terucap setiap hari.

Akhirnya semua itu berwujud dan menjelma menjadi nyata.

Remember this :

Cinta pertama adalah kenangan

Cinta kedua adalah pelajaran

Dan Cinta ketiga adalah kehidupan

Yass..

Aku sudah mendapati ketiga cinta itu dalam hidupku, dan kini saatnya menjalani cinta terakhirku sebagai kehidupan.

Suamiku, adalah jodoh yang ditetapkan Allah sampai aku mati, InsyaAllah.

Karna aku menikah hanya karna satu alasan, Menikah karna ingin menggapai Ridho Allah, dan menjalankan Sunah Rasulnya.

Sampai juga menambah ketebalan Imanku..(>,<)

Semua yang pernah terucap dan tertoreh di masa lalu adalah bagian dari Skenario saja.

Tidak semestinya dibawa Perasaan atau dikenang terus menerus.

Aku dan semua kesalahan di masa lalu akan kutebus dengan hal-hal baik yang kelak akan menimpa dalam kehidupan di masa depanku.

Aku akan setia cukup untuk satu laki-laki, yaitu suamiku.

Mengabdi juga cukup hanya untuk satu laki-laki itu saja, Cukup !


 

Senin, 02 Desember 2019

Mar-one

Aku tidak tau alasan apa yang membawa langkahku menemuimu.

Sedikitpun tidak ada rasa cinta.

Hanya penasaran, dan karna ingin memenuhi kebutuhan Biologisku.

Tatapan Lelah.

Kulit sangat Putih nyaris Pucat.

Bicara Lemah Lembut.

Traktir Wanita.

Berpengalaman.

Dan Look Like ABG umur 15tahun.

--


MARWAN ARIANDI LAIA

Tidak ada yang kebetulan di Dunia ini sayangku..

Semuanya adalah Takdir yang bisa menimpamu atas RancanganNya.


Minggu, 07 Oktober 2018

Dilema


Aku bukanlah wanita baik. Akhlak dan budi yang ku punya masih jauh dari kata baik.
Kesalahan dan dosa yang kulakukan terkadang masih berada di bawah kehendak dan keinginan hatiku sendiri.
Sangat jarang rasanya jika aku sampai melakukan sebuah dosa atas dasar khilaf. Bukankah Khilaf itu hanya sebuah alibi, agar sebuah dosa tidak terlalu memberi kesan rasa bersalah di hati.

 Atas dasar itu,  sepanjang hidup aku hampir tidak pernah berharap jika suatu saat akan mendapat jodoh pria baik-baik yang soleh dan sempurna.

Aku hanya percaya, jika siapapun hati yang pernah menatap dan menggenggam tanganku adalah cinta yang nyata dan pernah ada.

Aku mudah menangis, mudah tersentuh dan jatuh cinta.

Tapi Berbandingan dengan itu, aku juga mudah Marah, mudah patah hati dan menjauh dari cinta.

_-,

Jumat, 20 April 2018

Kehilanganmu, Karmaku



Pola makanku selama beberapa hari, sudah tidak teratur sama sekali.

Tapi tidak ada masalah dengan organ tubuhku.
Aku masih bisa beraktifitas  -yang- seperti biasanya.
Tidur seperti biasa dan berdandan secantik biasa.

Sedikit, kalau boleh mengeluh.
Kakiku sering gemetar, diikuti detak jantung yang tidak stabil.

Kurasa bukan pengaruh kerja lambung yang tak teratur. Lebih kepada beban Psikologis dalam fikiranku. Beban ini membuat perasaanku tak karuan.

Begitu sakit rasanya, jika yang pergi dari hidupku adalah dirimu.
Kamu yang kuyakini adalah kekasihku yang paling setia. Yang kubanggakan karna kejujuranmu.
Dan, yang hanya dirimu yang paling unggul untuk urusan mencintaiku.

Nyatanya, keyakinanku adalah selalu yang paling benar.
Keyakinan bahwa cinta tak ada yang selamanya.
Bahwa, cepat atau lambat. Aku akan menyudahi kisahku dan dirimu.

Karma ini.
Berlaku di hidupku.
Untukmu, biarkan saja berlalu.

Entah bagaimana yang terjadi nanti.
Kondisi hatiku, akankah memulih kembali, atau malah Mati?

Senin, 24 Oktober 2016

"Cinta adalah kunci induk yang membuka Gerbang kebahagiaan"

jiiks, JackPot One, Two and three...
HOREE...

Gue menang lagi hari ini.
Bukan yang pertama kali gue menang main Undian berhadiah.
 Temen-temen bilang gue punya jimat keberuntungan yang gue rahasiain dari mereka.
Padahal satu keyakinan di hati, kalau gue bisa dapet Hoki gue sendiri melalui fikiran yang Positif aja.

*
'Revo', kenalin tuh nama gue. Mirip nama motor bebek ya. haha
Asal performanya gesit dan bisa diandalkan, apa salahnya disamain sama motor bebek.

Btw, satu informasi untukmu. Gue ini sangat suka sama hal-hal yang tidak umum disukai orang lain.
Misalnya dalam urusan Musik, gue suka dengerin musik Keroncong. Urusan gaya, Gue masih ngikutin gaya anak tahun 90'an. yang full color dengan celana koyak-koyak.
begitupun urusan yang satu Ini. CINTA !
Entah kenapa gue sering jatuh cinta sama Cowok Aneh.
Kemarin sama anak Basket, yang tingginya Naujubila. Gue kalau berdiri, cuma bisa mandangin keteknya.
Dan karna bosen nyium bau ketek, akhirnya gue mutusin dia.  Jadian 2 Bulan.

Dan beberapa hari ini gue lagi suka sama Cowok Pecicilan, yang gak bisa Diem. Namanya Arya.
Lengkapnya 'Arya Cahyo dwiguna'. dari namanya Arya adalah salah satu Lucky Draw My Life.

Kenapa saya bilang gitu.
Karna arya, Tanpa dikasih kode apa-apa. Oh My God, ternyata dia juga Naksir gue Gengs.

Kalau ingatan yang satu ini, Izinin gue buat cerita.
Adalah ketika gue dan arya ikutan Games di salah satu Stasiun Tv.
Dalam games ini kita memperebutkan hadiah Utama, Satu Buah Kulkas LG.
Hhaa, ini bukan soal hadiahnya sih.
Lagi-lagi ini menguji keberuntungan yang gue miliki.

Dalam games itu memang dipilih sepasang kekasih. Lawan kita adalah satu lawan yang badannya lebih gede, yang statusnya
juga pacaran. satu lagi pasangan suami istri muda.
cara mainnya itu, si cewek bakalan diiket dikursi dengan rantai tergembok.
dan tugas si cowok adalah mecahin balok es pakai palu yang di dalamnya ada kunci gembok buat buka rantainya.
lalu, setelah rantainya kebuka tugas si cewek harus jalan di atas sebuah jembatan tali Goyang, dan ngumpulin
bendera bertuliskan LG. Kalau mirip-mirip yang tayang di TV ini acara Benteng Takeshi.

Selama main di acara itu. semua berjalan lancar bin mulus.
Kita menang hadiah utamanya.

Tapi dari perjuangan yang tak akan gue dan Arya Lupain.
Kita abadikan dengan panggilan sayang.
Arya manggil gue "Unlock(buka kunci), dan gue panggil arya (Key).
Mainstream banget yah nih panggilan kita.

Oke, Terimakasih banyak udah luangkan waktu baca cerpen saya.
See U ..

Rabu, 31 Agustus 2016

Damar Ramadhan - Amanda Situmeang -Sasya Situmeang (Part 2)

Cerita ini Adalah Lanjutan dari Cerita Sebelumnya

Waktu Berlalu Sejak Kematian sasya Adikku.
Sekarang aku menjadi satu satunya Anak Mama dan Papa. Tak heran rasa Khawatir yang Begitu besar selalu muncul di Benak mama jika ada apa-apa padaku.
Aku tak lagi sebebas dulu. Semua yang kulakukan dipantau Ayah Ibuku. Ini menjadi salah satu sebab aku tidak meneruskan Kuliah.

Karna Kini aku telah Tamat SMA. Aku mencoba untuk menghasilkan Uang dengan membuka Kelas Bela Diri di Garasi rumahku.
Aku Seorang atlit dengan Banyak sertifikat Bela diri. Dan itu cukup untuk Modal mendidik anak-anak. Bukan untuk berkelahi, setidaknya itu untuk melindungi Diri sendiri dari Bahaya. Aku tak ingin anak-anak yang lain bernasip sama seperti Sasya adikku.

..Zett..Zeett.... (Hp itu berbunyi)
Aku yang masih berbalut handuk berlari kedalam kamar dan menjawab Telfon itu.
'Halo'
'Manda, tolong gue..'
'Ya, Halo ini siapa...'
'Ini Damar Ramadhan'
'Ada apa damar '
Tuutt............ telfon itu terputus.

Kulihat jam dinding kamar yang menunjukkan pukul 7 malam. Tubuhku masih basah, karna baru saja pulang kerja dan mandi. 'Apa yang terjadi barusan, Tidak biasanya damar menelfonku'.
 Kubayangkan kembali suara diujung telfon itu. Nada suara yang seolah sedang kelaparan, Gemetar dan Lemas.
Tanpa fikir panjang kutelfon kembali nomor itu. Tapi sudah diluar jangkauan. Ku ulang dan terus kuulang sampai tanpa sadar sudah jam 10 malam. Tapi nomor itu tetap tak aktif juga.

Aku merasa penasaran, kawatir dan juga takut. Apakah ini hanya lelucon, atau sesuatu yang serius sedang terjadi. Kenapa damar malah menghubungiku dan meminta tolong seperti itu.
Untuk sesaat aku berfikir untuk tidur. But Something appailing me. Aku Penasaran.

'Oh Iya, GPS.. Tapi nomor yang tidak aktif apa masih bisa terdeteksi Gps. Ah, Coba saja.'

(Tuutt.. Tutt...)
Gps itu menyala dan menunjukkan lokasi dimana Damar menghubungiku tadi.

Jl. Suratmaja . Itu sekitar 3Km dari rumahku.
Oke. Kusambar sepasang sepatu sket dan Kunci Keretaku bersamaan. kuputuskan untuk pergi ke tempat itu.
Jam sudah menunjukkan pukul setengah 12 malam. Sudah sepi dan Gelap. Aku baru saja sampai di Jalan Suratmaja, Tapi dimana tepatnya damar berada. Aku harus mencari tahu sendiri.

Kuparkirkan Suzuki hijau itu di depan sebuah warung yang masih buka.
Dengan Insting seorang Karateka, kutelusuri gang kecil yang penuh rumah kumuh dan Dempet itu.
Ini satu satunya tempat yang Rawan kejahatan di Jalan Suratmaja. Setahuku, banyak kupu-kupu malam yang biasa menjajakan jasa di daerah ini.
'Sial, Kehidupan sudah susah. Masih saja nambah Dosa'

Untuk sesaat aku merasa terbodoh karna harus menelusuri sesuatu yang tidak pasti seperti ini sendirian. Tapi Insting ini membuatku Kepo dan terus saja berjalan menuju Ujung gang.

'Hey, Mau kemana kamu Gadis' tiba-tiba dua orang berandalan menghampiriku. bau alkohol sangat menyengat dari salah satu diantara mereka. Sepertinya yang satu tidak Mabuk.
Aku hanya diam dan tidak menjawab selain hanya menatap mata mereka.

Dalam kondisi canggung seperti itu, satu satunya yang ingin kulakukan adalah lari. Tapi di saat yang sama sepotong sapu tangan membekap mulutku dan tercium bau sangat tajam yang membuatku pusing. "SIAL' dengan gerakan cepat kubanting pria itu dari belakang. Satu sikutan membuat darah segar keluar dari hidung pria itu.
Tapi tubuhku mendadak lemas ketika ingin menghajar pria yang satu lagi.
 Dan semuanya gelap.

*
Ahh... Perlahan kubuka mataku. Aku langsung tersadar saat mencium bau Asap Rokok yang sangat menyengat. Kaki dan Tanganku  tak bisa digerakkan, semacam kain diikatkan di sana, Ketat sekali. Aku berada di ruang kamar kosong, hanya ada sedikit cahaya. Dari Udaranya yang dingin, mungkin sekitar jam 6pagi.

"Oh., Manda.. Sungguh hebat. Aku tidak menyangka kau bisa sampai disini"  sebuah suara datang dari depan pintu.

"Siapa itu. Kenapa kau mengenalku. Tolong lepaskan aku"
"Ini aku manda."
"damar ! Apa yang kau mau lakukan. Lepaskan aku."

Damar hanya tersenyum sinis. Ribuan tanya bergerak dikepalaku. Apa yang sebenarnya terjadi ??

"Oke. Baiklah Manda. Setelah beberapa bulan perpisahan sekolah. Mungkin ini sudah saatnya aku menceritakan padamu. Karna hanya dengan cara ini kau mau mendengarkanku"

"Cerita apa ! Bisakah buka ikatan di tangan dan kakiku dulu. Bangsat" aku ingin sekali berteriak. tapi suaraku seperti tercekik. Aku lemas sekali.

"Maafkan aku manda, Jika aku membuka ikatan itu. Kau pasti akan menghajarku. Takkan kubiarkan kau melakukan itu"

"Kenapa damar. Salahku apa "

"Kamu tidak salah manda. Aku melakukan ini justru karna aku merasa bersalah padamu.
Kamu tau adikmu kan."

"Sasya. dia sudah meninggal. Kenapa dengan dia..." aku berusaha meronta tapi aku tak punya tenaga.

"Dengarkan aku manda, Aku akan mengungkapkan sebuah kebenaran sekarang. Jika kau penasaran siapakah pelaku yang merampok di rumahmu. Aku akan mengaku jika itu adalah anak buah ayahku"

"Bangsat"

"Sekarang akan kuberitahu siapa aku sebenarnya. Ayahku adalah seorang Mafia. dia telah merampok Bank dan banyak rumah tanpa terlacak polisi. Tapi satu hal manda, Kami tidak pernah membunuh Orang Lain."

"Lalu, Bagaimana dengan Sasya"

"Dia, Bunuh diri sebelum anak buah ayahku merampok rumahmu"

"Sialan, bajingan. darimana aku bisa tau yang kau katakan itu adalah Benar"

"Aku punya Buktinya Manda"

Damar berjalan mendekatiku, menunjukkan padaku sebuah Video dari Kamera Hpnya. Semuanya tergambar jelas disana. Sasya mengancam para perampok itu, Meminta mereka untuk pergi. Tapi entah kenapa tiba-tiba sasya memotong pergelangan tangannya sendiri. Sasya bukan dibunuh. tapi dia membunuh dirinya sendiri.
Aku Syok melihat video itu. Ingin rasanya aku mencekik Damar hingga mati. karna perampok itu juga yang membuat sasya sangat ketakutan dan melukai pergelangan tangannya.

"Anjing kau !! Kenapa baru memberitahuku sekarang"

"Kau tau Amanda, sejak kita masih sekolah. Aku sangat takut berteman denganmu dan juga semua teman-teman kita. Karna identitasku yang seperti ini. Aku tumbuh jadi anak yang aneh.
Percayalah, Aku tidak seperti ayahku manda. Aku memang tak punya Ibu, karna itu aku tak bisa berbuat apa-apa. Semua yang dilakukan ayahku adalah kehendaknya. Aku tidak bisa menghentikannya dan aku sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan itu.
Sewaktu aku tau mereka merampok rumahmu, aku juga sangat marah. Aku marah pada ayahku. Marah pada anak buah ayahku. tapi mereka malah memukuliku. Dan karna bukti Video ini, aku jadi merasa sangat bersalah padamu."
Damar menceritakan itu semua dengan penuh emosi kesedihan, kedua matanya tidak lagi bisa menahan air mata.

"Manda, Kemarin itu aku ingin sekali menyembunyikan hal ini padamu. Tapi karna ini aku bisa merasa bersalah seumur hidupku. Kemarin aku rasa sudah waktunya. Aku menghubungimu dan dengan rasa pedulimu kau sampai di markas besar ayahku."

"Jadi ini semua Jebakan"

"Sejak awal kau masuk gang ini, CCTV kami telah merekam kedatanganmu manda. Aku meminta anak buah ayahku menangkapmu. Hanya agar kau disini. Hanya agar kau tidak berlari dna mau mendengarkanku."

Saat itu tanpa sadar air mataku terjatuh. Entah siapa lagi yang harus kusalahkan. Rasanya sakit Sekali. Haruskah aku merahasiakan semua ini ?

"Manda, aku akan melakukan apapun untuk membalas kesalahan ayahku. Asalkan kau mau memaafkanku. tolong!"

Masih dengan air mata bercucuran aku dan Damar salin menatap.
Semua yang kami Jalani, Takdir hidup kami. Semua ini, terkadang bukan kami yang memilihnya, Jadi tidak ada pilihan lain selain Tabah dan ikhlas. semua sudah terjadi. tak ada lagi yang bisa kulakukan.

"Aku Memaafkanmu damar. Sekarang lepaskanlah aku dari semua ikatan ini"

'Pada akhirnya segalanya akan berlalu dan baik-baik saja kan !'
Kamipun Berpelukan.

___________
Flashback
___________Sang langit sedang menitikkan air matanya, Hujan gerimis sore itu terasa sendu.
aku sedang memperhatikannya dari kejauhan. ketika dia sedang duduk di halte menunggu jemputan.

kedua matanya yang bening menatap langit yang penuh tetesan lembut.
sesekali tangannya menampung air itu dan mencipratkannya kembali.
dia tidak memiliki ekspresi, tapi itu tetap membuatnya terlihat sangat manis.

Di balik baju putih birunya. pemuda itu tidak pernah menikmati keindahan di masa sekolah.
meski matanya sangat indah, pemuda itu tak pernah menatap dengan penuh kebahagiaan.
bibirnya yang merah dan tipis, bahkan sangat jarang berbicara seperti bisu yang kesulian bersuara.

Dia penuh misteri. dia teka teki tak terjawab.
tak ada yang tau bagaimana keluarganya, dan darimana asalnya.
dia hanya melakukan segalanya sendiri. tersenyum dan berjalan sendiri.

Hai. Damar Ramadhan. Berjanjilah padaku, jika suatu hari kau akan datang padaku untuk memperkenalkan dirimu yang sebenarnya. (Harapku dalam hati)



Rabu, 24 Agustus 2016

Di Tempat Berdirinya Aku

Di Dunia ini ada beberapa kata yang tak bisa dimengerti oleh Logika.
Bahkan sang Kata tidak dapat menjabarkannya dengan kata yang lain - yang lebih mudah dipahami.


Seperti sebuah Mimpi

 Atau tak ayal -nya sebuah Ilusi
Saat Di sini. di tempat Berdirinya aku.


Saat bersamamu
seolah Perasaan kita sanggup memaknai segalanya.

Tapi tidak dengan kata.
Sang kata cenderung selalu kebingungan menjelaskan pada mereka -yang lain.

Sesuatu yang mengundang sedikit banyak Tanda tanya?
Misteri?
nyata - fakta !!


Aku berdiri di panggung kehidupan.
Mirip panggung sandiwara, Namun tanpa Skenario dan Latihan.

Seolah semua yang Kulalui adalah Jalan Terbaik.
Kemungkinan Termungkin.

dan Harapan yang terpenuhi.

Yah. semoga '-_-"

Rabu, 15 Juni 2016

Who's Naldo ?

 Naldo adalah teman dunia mayaku,
Seperti kebanyakan teman dunia maya yang lain. Terkadang bisa dekat, tapi saat koneksi terputus, maka langsung menghilang.



Minggu, 14 Februari 2016

Damar Ramadhan - Amanda Situmeang -Sasya Situmeang (Part 1)

Mereka bilang Damar itu Bocah aneh. Dia sering menyendiri, dan suka duduk di bangku Taman, yang letaknya sekitar 10 Meter dari Toilet sekolah.
Walaupun banyak tanaman Bunga, Tapi Aroma khas dari Toilet, sering tercium sengat jika seseorang duduk di bangku itu.
Dan entah kenapa Damar Ramadhan, suka duduk sendiri di tempat itu.
Pernah sesekali kuperhatikan expresinya yang tersenyum sendiri, dan itu membuatku ikut-ikutan menyebutnya Bocah aneh.
Tapi Damar, jauh di lubuk hatiku tersimpan keinginan yang besar untuk menjadi sahabatnya.
2 Tahun menjadi teman satu kelasnya dan membiarkan seisi sekolah menyebutnya Aneh. Itu membuatku iba sekaligus memahami kesepiannya.

..
Oh Ya. Perkenalkan namaku Amanda Situmeang.
Biar kata punya marga Batak, Jangan kira aku bisa bahasa Batak apalagi mengerti adat Budaya Batak.
Orang tuaku tidak mewarisi Adat itu, Ayah sudah 15 Tahun bekerja di Luar Negri. Sedangkan ibuku sudah 5tahun tinggal dijakarta.
Bahasa ibu mirip Betawi. Dan keluarga Kami layaknya orang pribumi yang berlagak kebulean di Tanah air Indonesia ini.
Tetanggaku saja heran, kebiasaan keluarga kami tidak mirip orang indonesia.
Setiap pagi makan Roti dan Susu, lalu malam makan sup sayuran. Jarang makan nasi yang umumnya menjadi makanan pokok orang Indonesia.

And for you information. Aku baru saja naik ke kelas 3Sma.
Dan bersekolah di Candika negri 17 Medan.
Meskipun seorang cewek, aku paling suka pelajaran yang melibatkan Fisik seperti Olahraga.
Bahkan aku menjadi satu-satunya siswa putri di kelas 3 yang ikut Eskul Bela Diri.

Kata Kakak pelatih Bela Diri, Seandainya seorang cowok Maka aku sudah bisa menjadi Preman yang malakin adek kelas.
Karna Gerakan Bela Dirinya Mantap. Cihuyy

Ah. Tapi ya Sudahlah.
Aku tetap ingin menjadi putri cantik yang suatu saat bisa bertemu pangeran tampan di istana Putih.
Dengan catatan sang pangeran itu benar-benar baik, Karna kalau pangerannya macem-macem langsung kena 'Watau.

Sore itu aku pulang sekolah sedikit lebih lama. Sekitar jam 3 Sore.
Dan aku Kaget melihat Suasana yang tak biasa itu. Rumahku ramai dengan orang-orang, dan terparkir sebuah Mobil Polisi di ujung Jalan.
'Ada Apa ini ?' Seribu tanya muncul di Kepalaku. Dan tanpa berfikir panjang,aku berlari ke arah Pintu.
Tapi orang-orang itu menghalangiku.
Dan sebuah kertas panjang kuning bertulis garis Polisi sedang terpalang dirumahku.

"PAK ADA APA INI PAK?" Pikiran Buruk langsung muncul dikepalaku tanpa diminta.
Kutarik lengan baju polisi itu dan mencoba menjelaskan "PAK, INI RUMAH SAYA, KENAPA DIPASANG GARIS POLISI"
Polisi itu memalingkan wajahnya, menatapku, lalu mencoba menjelaskan jika Telah terjadi perampokan yang menewaskan Adikku 'Sasya'.

BRUGH.
Berita itu sulit dipercaya. Sasya sudah beranjak Remaja.
 Usianya 15 Tahun, belum genap sebulan dari hari ulang Tahunnya kemarin. Ketika itu kami merayakannya dan Jalan-jalan ke Pasar Malam.

Belum tersadar dari Kekagetanku. Tiba-tiba ayah datang dan merangkulku. "Amanda.. Adikmu tewas manda.." disusul oleh ibu yang juga menangis terisak.

"Apa yang terjadi ayah.."

Memang Sulit Menerima semua ini, sasya adalah adikku satu-satunya.
 Tapi apapun yang Terjadi ini sudah Ditakdirkan oleh yang Kuasa. Dan kami sekeluarga harus menerimanya.
Aku Berang mengetahui pelaku pembunuh adikku berhasil meloloskan diri.

Dia membawa Tabungan Perhiasan mama yang disimpan dilemari senilai 30Juta.

Saat itu Aku Bersumpah. Akan Kutemukan Pelaku Pembunuh Adikku.

Bersambung....

Sabtu, 26 Desember 2015

NURANI

Nurani itu seperti kaca, semakin sering dibersihkan akan semakin mengkilap, semakin dibiarkan akan semakin Buram.



--?><><>

Aku tak meyakini jika yang kurasakan padamu ini adalah Cinta. 

saat ini aku bahkan meragukan jika di hati manusia masih ada “cinta tulus” itu.

Aku hanya seperti ini, seperti yang aku tau tentang diriku.

bukan seperti yang kau tau.

Hanya Kebahagiian, itulah yang kuharapkan dari perjumpaan ini. Tanpa ekspektasi tinggi, embel-embel janji kebahagiian, apapun itu yang menyebabkan Luka di akhir.

Tapi, sepertinya perjumpaan ini hanya Bahagia di awalnya saja, Jadi segera Akhiri Saja.