Ada satu sifat dari papa yang menurun cukup plek ketiplek padaku, yaitu sifat suka memendam perasaan. entah itu perasaan bahagia, atau kecewa.
Tapi kebanyakan yang dipendam adalah sebuah bentuk kekecewaan.
karena terlalu sering memendam, akhirnya rasa kecewa itu menjadi sebuah bentuk energi negatif dalam badan yang membunuh secara perlahan. entah penyakit itu terlihat atau tidak, tapi fatalnya, yang dipendam itu dengan perlahan membunuh pelan-pelan.
Ya, i hope u knows what i mean.
susah juga jelasinnya.
| butuh penerangan |