| Foto dalam Foto |
Entri Populer
-
Mari kita ingat kenapa dulu bisa begitu mudah membuka hati untuk seorang iblis kekanakan. Ya, Karena dulu aku begitu minder sama diri se...
-
- "Penakhluk dipandang dengan keseganan, orang bijaksana mendatangkan rasa hormat, tetapi orang murah hatilah yang mendapatka...
-
Aku sudah melakukan apapun semampuku, semua yang kubisa dan apapun kesanggupanku. Tapi aku kesakitan sendiri tanpa ada satupun yang mau meng...
-
Foto2 di Cadika, Sayang Dibuang. Saya Upload Disini saja :D foto ini diambill tahun 2015 Bersama Kairul 'adek angkat' yang...
-
Nama Lengkapku Cukup panjang “Alfitrah Isnaini Ceria”. Kalau di daftar absen sekolah, biasanya bisa dihitung jari ada berapa murid yang nama...
Kamis, 25 Februari 2016
INgin Menulis
Jumat, 19 Februari 2016
3 Hal Yang Harus Dipahami Ketika Berhubungan Dengan Remaja
dimana sang anak menginginkan bahwa orang tua terlibat dalam kehidupan mereka yang sudah mulai menemukan lingkungan yang bervariasi. Mungkin seringnya kita menemukan bahwa sebagain besar remaja sepertinya tidak membutuhkan perhatian dari kita sebagai orang tua, namun sebenarnya mereka sangat membutuhkan perhatian orang tua. Mereka membutuhkan inspeksi dari orang tuanya dan mereka juga membutuhkan batasan dari orang tuanya. Mereka mengharapkan bahwa orang tuanya berada di tengah batasan yang sudah diciptakan untuk anak remajanya.
Minggu, 14 Februari 2016
Damar Ramadhan - Amanda Situmeang -Sasya Situmeang (Part 1)
Walaupun banyak tanaman Bunga, Tapi Aroma khas dari Toilet, sering tercium sengat jika seseorang duduk di bangku itu.
Dan entah kenapa Damar Ramadhan, suka duduk sendiri di tempat itu.
Pernah sesekali kuperhatikan expresinya yang tersenyum sendiri, dan itu membuatku ikut-ikutan menyebutnya Bocah aneh.
Tapi Damar, jauh di lubuk hatiku tersimpan keinginan yang besar untuk menjadi sahabatnya.
2 Tahun menjadi teman satu kelasnya dan membiarkan seisi sekolah menyebutnya Aneh. Itu membuatku iba sekaligus memahami kesepiannya.
..
Oh Ya. Perkenalkan namaku Amanda Situmeang.
Biar kata punya marga Batak, Jangan kira aku bisa bahasa Batak apalagi mengerti adat Budaya Batak.
Orang tuaku tidak mewarisi Adat itu, Ayah sudah 15 Tahun bekerja di Luar Negri. Sedangkan ibuku sudah 5tahun tinggal dijakarta.
Bahasa ibu mirip Betawi. Dan keluarga Kami layaknya orang pribumi yang berlagak kebulean di Tanah air Indonesia ini.
Tetanggaku saja heran, kebiasaan keluarga kami tidak mirip orang indonesia.
Setiap pagi makan Roti dan Susu, lalu malam makan sup sayuran. Jarang makan nasi yang umumnya menjadi makanan pokok orang Indonesia.
And for you information. Aku baru saja naik ke kelas 3Sma.
Dan bersekolah di Candika negri 17 Medan.
Meskipun seorang cewek, aku paling suka pelajaran yang melibatkan Fisik seperti Olahraga.
Bahkan aku menjadi satu-satunya siswa putri di kelas 3 yang ikut Eskul Bela Diri.
Kata Kakak pelatih Bela Diri, Seandainya seorang cowok Maka aku sudah bisa menjadi Preman yang malakin adek kelas.
Karna Gerakan Bela Dirinya Mantap. Cihuyy
Ah. Tapi ya Sudahlah.
Aku tetap ingin menjadi putri cantik yang suatu saat bisa bertemu pangeran tampan di istana Putih.
Dengan catatan sang pangeran itu benar-benar baik, Karna kalau pangerannya macem-macem langsung kena 'Watau.
Sore itu aku pulang sekolah sedikit lebih lama. Sekitar jam 3 Sore.
Dan aku Kaget melihat Suasana yang tak biasa itu. Rumahku ramai dengan orang-orang, dan terparkir sebuah Mobil Polisi di ujung Jalan.
'Ada Apa ini ?' Seribu tanya muncul di Kepalaku. Dan tanpa berfikir panjang,aku berlari ke arah Pintu.
Tapi orang-orang itu menghalangiku.
Dan sebuah kertas panjang kuning bertulis garis Polisi sedang terpalang dirumahku.
"PAK ADA APA INI PAK?" Pikiran Buruk langsung muncul dikepalaku tanpa diminta.
Kutarik lengan baju polisi itu dan mencoba menjelaskan "PAK, INI RUMAH SAYA, KENAPA DIPASANG GARIS POLISI"
Polisi itu memalingkan wajahnya, menatapku, lalu mencoba menjelaskan jika Telah terjadi perampokan yang menewaskan Adikku 'Sasya'.
BRUGH.
Berita itu sulit dipercaya. Sasya sudah beranjak Remaja.
Usianya 15 Tahun, belum genap sebulan dari hari ulang Tahunnya kemarin. Ketika itu kami merayakannya dan Jalan-jalan ke Pasar Malam.
Belum tersadar dari Kekagetanku. Tiba-tiba ayah datang dan merangkulku. "Amanda.. Adikmu tewas manda.." disusul oleh ibu yang juga menangis terisak.
"Apa yang terjadi ayah.."
Memang Sulit Menerima semua ini, sasya adalah adikku satu-satunya.
Tapi apapun yang Terjadi ini sudah Ditakdirkan oleh yang Kuasa. Dan kami sekeluarga harus menerimanya.
Aku Berang mengetahui pelaku pembunuh adikku berhasil meloloskan diri.
Dia membawa Tabungan Perhiasan mama yang disimpan dilemari senilai 30Juta.
Saat itu Aku Bersumpah. Akan Kutemukan Pelaku Pembunuh Adikku.
Bersambung....
Senin, 08 Februari 2016
MASIH FEBRUARI 2016
Orang-orang datang dan pergi, dan aku mencintaimu hingga mati.
@Bigbang
Darwis, Again.
Katakan sesuatu tentang mimpiku, tentangnya!
Aku sudah coba bicara dengan dia, tapi tak semudah itu. Ya, kau tau !
dia tak suka aku.
Dia bahkan lupa namaku. Seolah tak ingin tau apa-apa lagi tentang hidupku.
Hah.. kasihan sekali.
Meski di satu waktu, satu sisi.
Dia adalah sikap bajingan yang kuinginkan.
bisa santay seolah tak terjadi apa-apa.
Aku hanya mengingat Porsi wajah itu. Bibir, Rambut, warna kulit yang menempati porsinya masing-masing dalam dirimu. Dan itu membuatmu tampak seimbang.
Sabtu, 30 Januari 2016
Curhat Trum Truma
Pagi ini, seekor penyu mati di dalam bak mandiku.
Menjadikan angin dan langit kamar sebagai saksi bisu, bahwa aku dan keluargaku sudah begitu tega mengekang makhluk hidup itu sendirian dalam Bak.
Bak mandii yang kotor dan dingin, ditambah tak adanya makanan. Sungguh, maafkanlah kami wahai penyu.
Bukannya disengaja, kesibukan untuk bertahan hidup yang tak tertandingi, membuat kami semua nyaris melupakanmu untuk beberapa hari.
Teringat perjumpaan di kala itu.
Aku yang menemukan Kura-kura itu berjalan sendirian di lapangan depan rumahku. entah dari dan akan kemana kura-kura itu.
Di saat yang hampir bersamaan ketika aku dan kedua orang tuaku bertengkar.
Ya, U know. Pilihan yang berat saat itu, antara membawa kura-kura kesepian itu pulang, atau mempertahankan ego yang tak dimengerti kedua orang tua.//


