bersamamu, aku tidak punya keinginan untuk hidup menjadi lebih maju.
tidak ingin menjadi orang kaya raya, dan kehilangan minat untuk mengejar dunia.
itu semua bukan tanpa sebab.
karena mulut kotormu yang sudah mendarah daging tak bisa diubah lagi.
mau tak mau itu akan menghambat impian dan cita-cita manjadi kaya di masa depan.
jika kau punya impian aku mendukung sepenuhnya, tapi impianku sudah hilang. Pupus.
tanpa pernah kau sadari betapa bahayanya kata-kata kotor yang selalu keluar dari mulutmu. meski itu bukan dari hatimu, tapi itulah yang bisa disimpulkan oleh orang lain.
Isi hatimu siapa yang tau.
fiuh !