Sebagai laki-laki
pasti kamu mengharapkan wanita yang cantik dan terawat.
Dan berhubung aku kurang terawat, sampai kamu protes sana sini. Berarti semakin lama semakin tinggi
tuntutanmu kan.
Fix, carilah yang lebih sempurna fisiknya. Diluar sana banyak kok. Silahkan.
Sering aku merasa
kecewa padamu.
Atas ejekanmu, hinaan dan protesmu. Padahal inilah aku yang kamu kenal, sesulit
itukah menerima kekurangan kekasihmu.
Belum jadi suami
saja sudah seperti itu, padahal yang menghidupi aku juga bukan kamu.
Tapi sifatmu sudah sok begitu. Bagaimana pula nanti jika kita menikah, mungkin
kamu akan mengurungku dirumah terus dan tidak boleh bersosialisasi sendirian.
Kalau memang kamu mau kerja giat, ya sudah kerja saja. Itu kan baik untukmu,
baik untuk keuanganmu. Kenapa setiap kali menemukan kesulitan kamu kesal
padaku. Dan apakah pantas jika kamu mengalami kegagalan kamu malah
menyalahkanku.
Oohh.. Sakit sekali
perasaanku ini. Padahal bukan aku yangmemaksamu untuk bekerja setengah mati untuk membiayai pernikahan
kita.
Kalau memang tidak mampu ya sudah, untuk apa dipaksakan. Kalau memang ingin
memperjuangkan menikahiku ya sudah, lakukanlah dengan ikhlas dan tulus. Kenapa
sampai menyalahkan aku atas sikapku yang seolah tak mau membantu.
Hey, aku ini Wanita,
Suku jawa. Gak ada sejarahnya wanita yang membiayai pernikahan. Toh kalau
memang sudah mau dekat resepsi pernikahan, kekurangan biaya juga akan ditutupi
oleh keluargaku. Kenapa kamu malah menuntutku begitu.
Dua tahun kita
berpacaran, kamu bahkan tidak pernah membelikan aku baju. Masih pacaran saja
sudah pelit begitu. Katanya, jika laki-laki mencintai seorang wanita, maka
duniapun ingin dia berikan. Tapi boro-boro dunia, belikan aku sepotong gaun
saja kamu keberatan. Dan kalau bicara untung rugi, aku sama sekali tidak pernah
meraup keuntungan selama pacaran denganmu. Ya, meskipun tidak terlalu rugi juga
sih.
Seperti take and
give aja gitu. Kalau kamu memberi, maka kamu akan menerima. Jadi apapun yang
kamu beri, selalu ada saatnya aku akan membalas pemberianmu. Seperti manusia
yang tak mau rugi. Tak pernah memberikan apapun secara ikhlas tanpa balasan.
Fiuh,,, Capek sekali
menjalani hubungan yang begini. Kayaknya lebaran tahun ini kami sudah tidak
bersama lagi. Dan dengan begitu aku tidak perlu capek-capek datang kerumahmu
dan bertemu keluargamu yang masih belum menerima kehadiranku.
Sudahlah, gak kerasa
besok udah Hari raya lebaran kan.
Mohon maafku jika selama kita bersama, aku selalu tidak sesuai dengan
harapanmu, sehingga membuatku kecewa berkali-kali.
Terimakasih juga untuk semua pengalaman yang pernah kau berikan, yang takkan
mungkin terganti dengan kenangan yang sama di masa depan.
Memang kita sudah harusnya saling menjauh dan tanpa kabar begini
dulu. Karna sedih, kamu tidak percaya pada
langkahku selama ini. Selalu marah jika tidak memberimu kabar kurang dari satu
hari. Dan juga semakin kepedean dengan Video Call whatsaap yang menampilkan
senyum Gatalmu. Semakin lama, terlihat seperti manusia yang haus kasih sayang.
Menjijikkan sekali.
Dan aku yang bukan
siapa-siapa ini, tidak mau jadi ikut menjijikkannya dengan dirimu, yang seperti
sukarela memberimu kasih sayang secara gratis.
Subhanallah…
Aku ingin bertaubat
setelah bulan lebaran tahun ini berlalu.
Dengan tidak lagi
berpacaran, dan berhenti berkomunikasi dengan laki-laki. Kecuali untuk urusan
kerja.
Karna aku percaya, seburuk apapun masa laluku. Masa depanku masih
Suci.
Entah itu kamu atau siapapun manusianya, tidak ada satupun yang berhak
menghakimi masa laluku.
Yang mereka berhak hanya membantuku melewati masa sekarang menuju masa depan
yang lebih baik.
Untuk saat ini, Biar aku punya waktu berharga sendiriku. Tanpa diganggu pikiran
tentang sosokmu yang 'jahat' dan jauh dari kata sempurna. Juga tanpa gangguan
dari panggilang telfon dan whatsaapmu.
Dan kamu juga punya
waktu berharga sendirimu. Untuk merenungi kesalahanmu selama ini.
Dan melapangkan
hatimu agar lebih ikhlas dan lembut menjalani kehidupan. Karna susah rasanya
melembutkan hati manusia yang sejak lahir islam sampai usia 22tahun tidak
pernah membaca ayat suci Al-qur'an.
Terakhir, aku
berharap ketika kamu menemukan catatan ini kamu tidak memaki-maki diriku lagi.
Bukalah pikiranmu untuk menerima kekesalanku ini.
Jika membenci,
Bencilah diriku cukup dalam hatimu saja, jika sudah tidak tertahankan lagi,
akhiri saja hidupku secepatnya.
Karna sungguh lelah
begiku, mempertahankan cinta yang tak kuinginkan untuk berlanjut ini. Terlalu
banyak luka, yang tidak akan terobati cukup dengan kata maafsaja. Semua yang terlanjur terjadi jangan
diungkit lagi. Cukup diingat saja sebagai kenangan.
Kenangan yang akan
muncul, dikala rindu, kala sendiri...
Sebelumnya saya gak pernah Internetan pakai Simpati.
Dan hari ini saya ngisi pulsa. Ngetes sekali untuk coba paket Internet Simpati.
Dan hasilnya Ngecewain POll
Pulsa 15.000 Habis kurang dari 5 jam, Padahal gak dibuat buka apa-apa.
Aku ingat -dan akan selalu ingat- Bagaimana pertama kali aku Jatuh Cinta padamu. Hari dimana aku datang ke Pajak Buah tempatmu bekerja, pertama kali berbincang dengan ayahmu dan pulang kau antar naik sepeda motor Supra Biru.
Aku duduk diboncengan, memandangi bahumu yang lebar, menggapainya dan langsung terasa hangat.
Kamu membawa sepeda motor itu dengan kecepatan 40. Tenang dan tersenyum sumringah. Tanpa dikatakanpun aku tau, kamu bahagia karna aku datang ke tempatmu jualan.
Malam itu, aku ingat -dan akan selalu ingat- itulah saat pertama hatiku membuka pintunya untuk membawamu masuk dalam cintaku. Hatiku dipenuhi oleh dirimu, karna aku telah jatuh cinta padamu tanpa sengaja.
Ya Tuhan, terimakasih telah Engkau pertemukan hati yang selembut dan sebaik dirinya. Aku bersyukur atas perasaan ini.
Matakupun berkaca-kaca. Untuk sesaat, Bening air mata itu terjatuh tapi lalu kuseka dan kembali tersenyum dihadapanmu.
--
Tapi, Segalanya kini sudah berubah.
Ingatan hari itu, tetap hanya tinggal menjadi ingatan saja.
Waktu telah mengubah diriku, dan dirimu.
Keegoisanmu dan Keegoisanku telah menjadi Boomerang yang pada akhirnya melukai perasaan kita masing-masing.
Aku masih Cinta Padamu. Meski sangat ingin berharap bisa Lupa.
Dan menatapmu, demi diriku, aku sudah tak sudi lagi.
Udah saatnya aku menjalani hal yang nyaman yang tidak melukai ataupun dilukai kekasih.
Seraya berharap, Semakin hari aku akan semakin TEGAR
Hari ke 7 Bulan Puasa di Tahun 2019.
Aku bawa Laptop ini pulanh ke rumah untuk kembali menulis di DIary Digital ini.
Sejujurnya, aku sedang bimbang dan Gamang.
Apakah aku harus menyudahi hubungan dengan pria yang sudah 2tahun terakhir ini menemani hari-hariku.
Atau melanjutkannya ke jenjang yang lebih serius, meskipun aku sudah kehilangan perasaan dan minatku padanya.
Ya Allah, inikah rasa yang harus kutanggung karna sejak puasa pertama aku terkesan sangat remeh dan temeh menjalankan Ibadah.
Jika saja bisa kubungkam mulut wanita paruh baya yang kusebut ibu. Mungkin hidupku akan jauh lebih baik dan tenang. Kepala Otakku serasa ingin pecah setiap kali kudengar dia ngoceh soal laki-laki.
Bu, aku tidak ingin menikah.
Aku tidak butuh laki-laki, karna aku belum siap dihina dan diinjak-injak seperti Kemarin.
--
Lebih baik aku tersakiti saat aku masih sendiri, daripada aku harus tersakiti ketika bersama orang yang salah
Well, Kalian tidak boleh menganggap temeh masalah sekecil apapun. Karna setiap manusia memiliki kapasitasnya masing-masing dalam menerima sebuah cobaan hidup. Masalahku ini mungkin terdengar sangat sepele. Tapi Kumohon, bersimpatilah sedikit terhadap perasaanku. Aku yang selalu Luar biasa Tulus pada siapapun yang hadir dan menawarkan cinta. Tapi Ironi. Aku selalu Gagal dan Gagal lagi menjalani Pilihanku.
Ah.. ingin rasanya Oprasi Plastik Mengubah bentuk Hidung menjadi lebih Mancung. Andai saja itu tidak dilarang agama. -_-"
Siapa ngga kenal dengan grup band
asal Tanggerang jebolan ajang A Mild Live Wanted d’Masiv yang saat ini
digandrungi oleh banyak masyarakat. Sukses dengan album berjudul “Perubahan”
pada Februari tahun lalu dengan lagu-lagunya yang popular seperti Cinta Ini
Membunuhku”, “Diantara Kalian”, “Merindukanmu”, “Cinta Sampai Disini” dan “Diam
Tanpa Kata” melambungkan nama d’Masiv yang digawangi oleh Rian (vokal), Kiki
(gitar), Rama (gitar), Rai (bass) dan Why (drum) sejajar dengan grup band
terkenal lainnya.
d'Masiv
Hanya dalam waktu 4 bulan saja semenjak luncurkan album perdana mereka d’Masiv
sudah memiliki fans klub sendiri yang mana anggotanya dinamakan Masiver.
Ditahun yang sama, d’Masiv juga dianugrahi plakat double platinum untuk
penjualan RBT dan platinum album “Perubahan”. Kesuksesan mereka tidak berhenti
disitu saja karena d’Masiv mendapat penghargaan MTV Indonesia Awards 2008 untuk
kategori Most Breakthrough Artist dan Kids Choice Awards 2008 untuk kategori
Grup Band Favorit.
Kapanlagi.com - Banyaknya pendatang baru dalam kancah
industri musik tanah air nampaknya tak membuat d Masiv
merasa tersaingi. Band yang digawangi rian tersebut justru menganggapnya
sebagai penyemangat dalam berkarya.
"Nggak ngerasa seperti itu, malah kita anggap mereka itu
sebagai penyemangat bagi kita untuk lebih menghasilkan karya yang lebih
bagus," ujar Ryan mewakili teman-temannya.
"Dan kita tetep akan merasa rendah hati, berusaha
sebisa mungkin untuk nggak sombong, karena kata itu sangat membuat kami merasa
nggak nyaman," imbuhnya disambut anggukan kawan-kawan satu bandnya.
Lebih jauh, vokalis bertubuh ceking itupun menuturkan soal
strategi bandnya yang baru saja merilis album PERJALANAN, dengan
dukungan dari KapanLagi.com dan Telkomsel sebagai penyedia RBT."Kalau
strateginya, ya kita lebih mikirin band kita mau dibawa ke mana, gimana band
kita selalu baik dan bagus," tegasnya singkat.
Sementara itu, lepas dari semua anggapan miring maupun
prestasi yang diraihnya bersama d Masiv, Ryan yang ditemui dalam acara
launching album PERJALANAN di Hard Rock Cafe, Jakarta Selatan, Rabu
(6/1) itu pun berujar soal harapannya."Kita pengen
orang menghargai musik d Masiv, bukan ngeliat orangnya. Tapi dihargai karena
bener-bener dari karya kita," pungkasnya berharap. (kpl/ato/bar)
Kapanlagi.com - d Masiv
barangkali adalah salah satu band tanah air yang paling sering tertimpa gosip
kurang sedap seputar penjiplakan lagu yang dituduhkan oleh beberapa pihak.
Meski demikian, Ryan dkk toh tetap melaju dalam
blantika musik tanah air, serta mengaku tetap berusaha kreatif untuk bisa terus
berkarya."Itu
(tuduhan plagiat) bukan jadi satu hambatan, malah jadi pembelajaran, hidup
emang harus ada pro dan kontranya, lagian biar kita nggak ngerasa puas terhadap
apa yang kita dapat," ujar Rian.Lebih
jauh, Ryan lantas mengutarakan
pendapatnya soal album terbaru mereka yang bertitel PERJALANAN yang juga
didukung oleh KapanLagi.com dan Telkomsel dari sisi RBT."Album ini kita sangat yakin
mengerjakannya, percaya diri banget. yang namanya bikin lagu kadang kita juga
terbentur mirip dengan lagu lain. Buat kita album ini sangat mengalir, kalau
memang disangkain ngikutin ya sudahlah, kita yakin ini hasil dari kita,"
terangnya. Ditemui dalam acara launching album PERJALANAN di Hardrock
Cafe, Jakarta Selatan, Rabu (6/1), Ryan pun akhirnya angkat bicara
soal pendapat-pendapat banyak pihak yang menyebut d
Masiv sebagai band mellow. "Kalau memang disebut band mellow, buat
kita itu nggak masalah, kita menghargai pandangan semua orang,"
pungkasnya. (kpl/ato/bar)
D Masiv Terobsesi Bikin Lagu
'Easy Listening'
Kapanlagi.com - Album
kedua d Masiv disebut oleh Ryan sebagai album perjuangan.
Menurut vokalis d Masiv itu, walau pengerjaannya
dalam suasana rileks dan in control, ternyata malah seperti
dikejar-kejar setan. Bagaimana ceritanya? "Di album ini (ada 14 lagu,
Red), bisa kita bilang sebagai album perjuangan, malah kayak dikejar-kejar
setan meski dalam pengerjaan dalam suasana rileks, in control. Soalnya
dari proses pembuatan lagu, rekaman sangat penuh perjuangan. Kita lagi tur tapi
masih bikin demo. Harusnya abis manggung kita istirahat, tapi masih kerja. 1
bulan libur cuman sehari, bikin lagu di bus. Alhamdulillah dari demo 14 lagu,
semuanya diterima. Karena sedikit banyak udah tahu selera dari pihak musica,
yaitu Bu Acin," kata Ryan kepada KapanLagi.com, di sela launching album
kedua berjudul PERJALANAN, di Hard Rock Cafe, Jakarta Selatan, Rabu
(6/1).
Ryan melanjutkan, album terbaru d Masiv tersebut, yang didukung
oleh KapanLagi.com dan Telkomsel untuk penyediaan RBT itu, dari
sisi musikalitas lebih berkembang dan memasukkan genre musik lain, seperti
groove, blues, dll. Selain itu dari segi lirik lebih bervariasi, karena temanya
tak seperti album pertama yang semua ceritanya dari pengalaman pribadi gue
waktu masih sekolah, yaitu tentang cewek dan patah hati.
"Sekarang belajar dari sudut pandang orang lain,
misalnya ada temen yang cerita. Mungkin karena pengalaman selama ini yang udah
melihat banyak hal. Jadi tema lebih berwarna di album ini. Di album ini juga
murni musiknya d Masiv, karena kita gak ngeliat
musik siapapun," papar Ryan.
Untuk target pencapaian d Masiv dalam bermusik adalah
agar para pencinta musik bisa menikmati lagu-lagu mereka tanpa harus berpikir
alias easy listening. Hal itulah yang menjadi obsesi Ryan dkk saat ini dan untuk ke
depannya.
"Kita ingin orang menikmati lagu tanpa harus berpikir,
bisa dengerin dengan hati. Anak kecil aja dengerin bisa langsung hafal. Malah
untuk lagu baru yang berjudul Rindu Setengah Mati, temanya sangat
universal banget. Padahal ide awal aku nyiptain lagu itu karena saat tur sering
ketinggalan sholat. Tapi ada anak yatim yang mengaku sangat terharu dengan lagu
itu, karena rindu banget dengan orang tuanya yang sudah meninggal,"
pungkasnya. (kpl/ato/bun)
d Masiv Gandeng Kevin Aprilio
di Album 'PERJALANAN'
Kapanlagi.com - Single Rindu Setengah Mati
memang kembali membawa d Masiv merengkuh kesuksesan untuk ke
sekian kalinya. Hebatnya lagi, dalam album baru mereka, PERJALANAN yang
didukung oleh KapanLagi.com dan Telkomsel untuk penyediaan RBT itu, Ryan dkk bahkan menggandeng Kevin Aprilio yang juga
pentolan Vierra.
"Bersyukur banget pada tuhan, meski kita bukan yang
'ter', tapi kita masih bisa diapresiasi oleh para rumah produksi dan
masyarakat," ujar Ryan.Selanjutnya, soal
keterlibatan Kevin dalam album baru bandnya,
Ryan menjelaskan jika salah satu
alasannya adalah kemampuan dan musikalitas putra Memes tersebut.
"Kebetulan dia ada di satu label dengan kami,
sebetulnya bisa aja dari kami yang main piano, tapi pasti akan terdengar lain.
Maklumlah, nggak ada dari kami yang benar-benar pianis. Dia sangat berbakat
banget, waktu take lagu juga sangat cepat," terangnya panjang.
"Meski hanya 1 lagu tapi kami seneng banget, dan juga
dia itu orangnya ganteng," tambahnya dengan nada bergurau dan disusul tawa
membahana dari rekan-rekannya.
d Masiv, Obsesi Ngamen di
Negeri Paman Sam.
Kapanlagi.com - Keliling Indonesia dan dikenal banyak orang
menghiasi warna-warni perjalanan grup band d Masiv di tahun 2009 ini.
Menurut Ryan, selama tahun 2009 dirinya
dan teman-teman d Masiv banyak menemukan sesuatu
yang luar biasa baik suka maupun duka.
"Di tahun 2009 kita banyak menemukan suatu yang luar
biasa. Keliling Indonesia,
dikenal banyak orang. Kita tanggapi suka duka, semua seneng aja, " tutur Ryan saat ditemui di kawasan
Ancol, Jakarta Utara, Kamis (31/12) kemarin.
Lebih lanjut, Ryan menjelaskan obsesi
anak-anak d Masiv yang belum tercapai di
tahun 2009 adalah menjadi terkenal di mancanegara dan ngamen di negeri Paman
Sam.
"Kita juga baru keluar album. Nggak hanya terkenal di
dalam negeri, di luar negeri juga bisa. Itu obsesi kita. Kalau belum tercapai
itu main di Amerika atau di mana gitu. Itu kan impian," terang Ryan. (kpl/buj/riz)
D'Masiv adalah band yang terbentuk di Ciledug pada
tanggal 03 Maret 2003. Mereka adalah sekumpulan anak muda yang gemar bermain
musik rajin ikut festival dan parade band yang pernah ada. Ternyata band satu
ini sering menjadi bintang tamu dalam beberapa event musik yang ada di jakarta dan sekitarnya.
Setelah menjelajahi berbagai festival yang ada akhirnya d'Masiv mengakhiri
pertempurannya di ajang festival dengan menjuarai Festival Musik akbar yang
diselenggarakan oleh Deteksi Prod, disponsori oleh A mild (Sampoerna), dan
didukung oleh Musica Studio yang dinamakan A Mild Live Wanted. Dan sekarang
d'Masiv Semoga kehadiran d'Masiv dibelantika musik Indonesia dpt diterima oleh
masyarakat. from d'Masiv.
Personel d'Masiv:
Rian ---------- VoKaL
KiKi ---------- Lead GuiTar
Rama --------- Ryhtme guiTar
RaY ---------- bass
wHy ---------- DrUm
ManaGement d'Masiv & booking contact are :
Michele ==== 08151821586
DanieL ==== 0816992347
My
Profile D’masiv Kecelakaan, 1 Orang
Operasi Bedah Tulang
Mon, Oct 5, 2009 13:31
Musibah datang memang tak pernah
diduga, hal ini yang dialami oleh grup band D’Masiv. Dua personel mereka yakni
Rama dan way mengalami sebuah kecelakaan mobil disalah satu ruas tol dalam kota Semanggi, Jakarta Selatan usai sekembalinya dari Makassar.
Bahkan
kecelakaan hebat yang terjadi pada hari Minggu (04/10) siang kemarin,
menyebabkan mobil yang mereka tumpangi sampai terguling beberapa kali. Kejadian
ini tentunya meninggalkan luka dan trauma yang dialami oleh Drummer dan Basis
D’Masiv.
“
Kita baru sampai dari Makassar habis ada event
disana. Seperti biasa ada 3 mobil. Jadi Rian, Kiki dan Ray pulang kerumah
dengan Kijang. Rama dan way karena ada keperluan dia harus ikut kita kembali ke
Musika. Nah akhirnya mobil terbalik pas si Rama sedang tidur.” urai Ovis selaku
Manager D’Masiv saat ditemui cumicumi.com, Minggu,(04/10).
Menurut
Ovis mobil yang mereka tumpangi memang tiba-tiba terasa oleng dan kemudian
terbalik. Kejadian yang berlangsung persis didepan gedung Jamsostek ini,
akhirnya menyisakan sebuah petaka bagi salah seorang crew yang ikut menumpang
mobil naas tersebut.
“Rama
dan way tidak apa-apa mereka agak shock saja. Tapi setelah diperiksa memang ada
satu orang teman bagian produksi yang patah tulang. Tangan kirinya patah.
Tulangnya itu terpecah dan tembus.” jelas Ovis
Hingga
saat ini kondisi salah seorang crew D’masiv yang bernama Yudi tersebut masih
shock dan belum bisa ditemui. Kabarnya Yudi akan menjalani operasi bedah
tulang.
“Yudi
saat ini masih shock banget jadi memang untuk sementara belum bisa ditemui. Dia
harus menjalani operasi bedah tulang.” Urainya.
d'MasivBanyak sekali akhir2 ini mengomentari lagu2 d'masiv di
album perubahan. Kami sama sekali tidak menutup kuping atas semua komentar yang
kebanyakan memang kontra. salah satunya: "D'Masiv telah melakukan sebuah
kesalahan besar dalam bidang musik. Meniru konsep dari lagu yang sudah ada,
baik itu ketukan drum, petikan gitar...,dan yang lainnya." Secara tidak disadari, paling
tidak menurut kami, meniru konsep sah2 saja kok. Coba bandingkan metafora ini:
Kemunculan konsep musik The Beatles merupakan akar dari musik rock dunia saat
ini. Sangat wajar sekali apabila band2 setelahnya MENGANUT/MENGADAPTASI
beberapa atau sebagian dari ketukan drum, petikan gitar atau style lead gitar
dan seterusnya karena memang mereka sangat menyukai The Beatles. Mungkin para
pengamat musik di page ini perlu membuka kacamata kuda nya agar bisa melihat dari
sisi yang lain. Semuanya kembali ke masyarakat pendengar musik Indonesia
kok dan para pengamat musik yg selalu mengomentari d'masiv tentunya..
See More02 February 2009 at 01:27 ·
D’Masiv Ulang Tahun Ke 6
Ulang Tahun ke 6 D’Masiv digelar di acara Dorce Show Trans
Tv. Dengan lagu pembukaan Lagu Diam Tanpa Kata, d’masiv mampu bikin d’masiver teriak
histeris. Ray d’masiv yang juga ulang tahun pun ga’ketinggalan dinyanyiin lagu
ultah.
Setiap ulang tahun d’masiv pasti punya kenangan tersendiri.
Ulang tahun ke 5 kemaren, d’masiv akhirnya ngeluarin album. Dan perjalanan ke
ulang tahun ke 6, d’masiv banyak dapet penghargaan.
Sayangnya, ada berita menyedihkan yang baru didengar
personel d’masiv tentang salah satu masiver. Salah seorang fans d’masiv
meninggal bunuh diri karena ga’ bisa ketemu d’masiv.
Ryan D’masiv akhirnya bilang kalo mereka pengennya kasih
pengaruh positif buat masiver. Jangan sampai kejadian bunuh diri ini keulang
lagi. Iya dee ^^
D'Masiv Ngamen untuk Biaya Ngeband Inilah salah satu band
baru yang sedang naik daun. Berformasi Rian, Kiki, Rama, Wahyu , dan Rai,
D'Masiv cukup matang di arena festival band. Meski untuk itu, band yang lahir
pada 3-3-2003 ini harus banting tulang mencari uang pendaftaran. Kini mereka
telah memetik hasilnya, tekad yang kuat bisa menyingkirkan segala rintangan.
Awalnya nama band kami bernama Massive, karena artinya sesuatu yang besar.
Nama juga kan,
sebuah doa. Dari awal berdiri, kami langsung bergerilya dari satu festival
musik ke festival musik lainnya. Ini dilakukan untuk mengasah kemampuan,
sekaligus mengenalkan band pada khalayak musik. Saking seriusnya bermusik, kami
membuat target, seminggu paling sedikit ikut 1 festival. Untuk biaya
pendaftaran, tentu saja kami patungan. Tapi, kalau semua personil sedang tak
punya uang, kami pun tak segan-segan mengamen naik turun bis kota. Metromini jurusan Ciledug-Blok M adalah
bis langganan kami. Mulanya deg-degan juga.
Paling grogi saat harus bicara pada para penumpang bis, sebelum mulai
beraksi.Saking seringnya ikut festival, kami kerap bolos sekolah. Mulanya, pihak
sekolah mempertanyakan. Tapi setelah tahu kegiatan kami positif, akhirnya kami
diizinkan tak masuk kelas tiap ada festival. Kadang, untuk 1 festival, kami
bolos sampai 2 hari.Tak hanya pihak sekolah yang mulanya kurang menunjukkan
dukungan. Orangtua kami pun mulanya merasa ragu. Apalagi saat kami mulai
menunjukkan keseriusan di musik dan memilih tak melanjutkan kuliah dulu. Di
mata orangtua, dunia musik tak menjanjikan masa depan yang cerah. Padahal,
bakat seni yang mengalir di diri kami, mereka yang wariskan, lo. Misalnya saja
Rian yang bernama asli Rian Ekky Pradipta. Sejak kecil Rian yang kelahiran 17
November 1986 ini sudah dicekoki musik oleh Ayahnya yang adalah pemusik. Dari
umur 3 tahun, Rian sudah sering dibawa naik-turun panggung.
Kala itu, Rian kecil yang cengeng dan sangat takut pada tikus, tak canggung
melompat-lompat di atas panggung mengikuti musik rock 'n rol yang dibawakan
sang Ayah yang sering manggung di berbagai kafe. Suara emas Rian pun sudah
terlihat sejak usia dini. Meski kemampuan menyanyinya baru diakui setelah duduk
di bangku SMP, tapi dari kecil Rian kerap memenangi lomba Adzan dan lomba baca
Al Quran, selain juga berprestasi di bidang akademis.Melebihi sang kakak, Rian,
prestasi Kiki di bidang akademis luar biasa menonjol. Sedari kecil, Kiki yang
punya nama lengkap Dwikky Aditya Marsall ini dikenal sebagai anak pandai yang
pendiam.
Dari usia TK, Kiki selalu menuai pujian para guru. Kiki selalu
mendapat rangking 1. Saking pintarnya, Kiki sampai-sampai pernah mendapat
beasiswa dan ditawari untuk loncat kelas. Namun soal musik, Kiki kecil kalah
dibanding sang kakak. Kala itu bakat musik Kiki memang belum terlihat. Tapi tak
berarti Kiki tak punya kiprah sama sekali. Selain sempat merasakan jadi juara
lomba Adzan, Kiki yang kelahiran Yogyakarta,
21 November 1988 ini pun pernah bergabung dengan grup qasidah di sekolahnya.
Koki Ngeband Bakat musik yang besar dari usia dini justru
ditunjukkan oleh Nurul Damar Ramadhan alias Rama. Dari kelas 3 SD, Rama sudah
tergila-gila pada musik. Sang kakak tertualah yang mengenalkan Rama pada dunia
satu ini. Selain mengajari main musik, sang kakak juga sering mengajak Rama
kecil menonton konser grup band besar seperti Gigi dan Slank.Karena dasarnya
memang berbakat, sejak kelas 4 SD, Rama sudah diterima bergabung dalam grup
band yang personilnya sudah duduk di bangku SMA dan kuliah. Melihat keseriusan
Rama, orang tuanya pun memberi izin. Apalagi, sejak kecil Rama adalah anak yang
baik dan penurut. Saking baiknya, Rama jarang sekali menyusahkan orang tuanya.
Kalau ingin membeli sesuatu, Rama yang lahir di Jakarta, 2 Mei 1987 ini memilih menabung uang
jajannya. Jika telah lama menabung tapi uang yang terkumpul belum cukup, baru
deh, Rama minta bantuan orangtuanya. Tak hanya jadi anak baik di rumah, di sekolah
pun Rama jadi tauladan berkat prestasi akademis dan kegiatannya di pramuka.
Sementara Wahyu alias Wahyu Piaji,
terkenal pemalu dan pendiam sedari kecil. Wahyu bocah amat jarang bergaul.
Teman bermainnya bisa dihitung dengan jari. Di dalam kelas, paling Wahyu
ngobrol dengan teman sebangkunya saja. Hal ini terus berlanjut hingga SMP,
bahkan SMA. Berantem atau tawuran, tak ada dalam kamus pria kelahiran 1
Februari 1987 ini. Tapi jangan tanya bakat musiknya. Kelas 6 SD Wahyu sudah
bergabung dengan sebuah band.
Nah, di antara 5 personil Massive,
Rayyi Kurniawan lah yang bakat musiknya paling akhir muncul. Rai kecil lebih
tertarik dengan olahraga beladiri daripada berkesenian. Mengikuti jejak sang
kakak, Rai aktif di pencak silat. Rai yang kelahiran Jakarta, 3 Maret 1988 ini adalah bocah yang
ambisius. Kalau melihat anak tetangga punya mobil-mobilan baru, Rai akan
menuntut yang lebih bagus pada orang tuanya. Kalau tak dikabulkan, Rai akan
ngambek. By Asep Masiver