Entri Populer

Sabtu, 20 Juli 2019

Setelah dua hari nggak ada kabar

Hari ini aku seperti kembali di Refresh hingga semangat. Dicharge Ulang gitu lahh..

Setelah beberapa hari belakangan, dibuat badmood sama si doi yang tanpa sebab jadi Tempramen betull..

Rrraghh...

Dimulai dari singgah ke tempat bik atik, nanya2 laminating. Dan diberi alamat brajogan begini.



Dikasih nomor Hp yg jualan di Gg. Sado.
Dan kuingat2 inilah yg kudapat dari Gogle Map.



Hampir gak nemu juga tempatnya karna masuk dalam rumah gitu. Tersembunyi diantara banyak Rumah.
Begitu mencoba beranikan diri masuk, ternyata memang itu tempatnya. Ada Bapak2 Cina yang mempersilakan aku kalau mau belanja. Di dalam kamar itu, semua yg aku cari untuk jualan fotokopi ada. Langsung semangat Buat belanja. Harganya juga dibawah rata-rata.
 
Dan ini cukup memperbaiki kembali hubunganku sama Doi.
Jalan-jalan berdua, ambil uang di Bank, Makan Siang ditempat sederhana, Belanja ATK, Beli Salad Buah dan terakhir ngungkapin cinta dong. Haha

Setelah 2hari enggak ada kabar,  dan bikil kesel abis-abisan, aku memang cuma fokus buat makin rajin dan Giat kerja.
Aku yakin tu orang disana lagi berusaha setengah hidup, untuk memenuhi kebutuhan dan beban hidupnya.
Dan aku adalah salah satu beban hidupmu.

Begitu pecah, jadinya banyak.
Sesuai sama yang aku angankan.

Firasatku kadang meleset jauh karna dibarengi esensi logika.
Tapi angan dan imbuhan halus yang muncul di perasaan, tak jarang itu menjadi Kenyataan paling tepat.
Mungkin hanya butuh waktu dan memperbaiki diri dari segala dosa, untuk meluapkan perasaan halus itu keluar sebagai tebakan Tepat.

Well, itu saja untuk hari ini.

Aku sekarang jadi yakin dan makin Semangat Menjalani Hari. Oke Bro.. Thank Yu So Much.


Sabtu, 13 Juli 2019

YoU


Beberapa Hal Buruk Tentang YoU.

Kamu adalah laki-laki sok ganteng, tapi tak jarang kau  menghina kekurangan fisikku.

Ibumu juga tidak menyukaiku dari awal, bagaimana mungkin dia mau menerimaku sebagai menantunya.

Kamu juga terlalu pelit, hingga 2tahun menjalin hubungan tidak pernah sekalipun membelikanku hadiah. Hal yang cukup bikin sebel, mengingat isi dompetmu juga cukup tebal.

Setiap kali mengalami kegagalan, kau selalu menyalahkan aku

Kau juga tidak suka hampir sebagian besar saudara mamaku,bahkan mama kandungku sendiri kamu sering bilang kamu gak suka, kamu gak setuju, kamu benci, sakit hati, bla, bla, bla.

Ditambah minimnya ilmu agamamu. Membaca kitab suci Al-quran saja tidak bisa. Jadi apa yang sudah kau pelajari sampai usiamu 22tahun.

Lalu sebagai pasangan, kau itu sangat Pencemburu. Mengekang kebebasanku hanya karna kau takut aku diambil orang.

Udah gitu, kamu sering meremehkan impian dan cita-citaku hanya karna uang yang kudapat dari pekerjaanku tidak sebanyak uang yang bisa kau hasilkan dari pekerjaanmu.

Dan kau juga tidak menghargai aku sebagai pasangan kalau sudah melirik cewek lain.
Laki-laki dengan selera yang rendah soal wanita, anak kecil aja suka, pedopil.
Jiwa kreatifitasmu nyaris gak ada. Nggak punya selera seni.

Lantas untuk semua alasan di atas -yang didalamnya hanya terkandung keburukan- karna dasar apa aku harus memilihmu.
Laki-laki sepertiitu di tempat rongsokan juga banyak.

Nb : Ditulis dalam keadaan kesel sama kamu.

Sabtu, 06 Juli 2019

Litle About Arlandha

Kamu belum banyak berubah ya, arlandha !

Setelah perpisahan sekolah di tahun 2012. Lalu di acara syukuran triani, dan acara buka bersama tahun lalu. Hanya dua momen itu kita diperjumpakan, meski tak pernah saling sapa.
Apalagi bertukar cerita.

Arlandhaku, rinduku..
kamu adalah cinta pertama dalam hidupku.
Detakan jiwa suci yang pernah tersentuh, lewat hadirnya dirimu..

Aku masih suka tersenyum sendiri ketika teringat akan celotehanmu. Tata bahasa, dan caramu bicara yang konyol tapi cerdas, aku lebih dari suka ketika melihatmu bicara. dan lebih dari sekedar mengagumi ketika mendengar kata-kata yang kau lontarkan.

Dan aku ingat  kesamaan ketika kita masih saling bercengkrama. Aku dan Kamu sama-sama suka musik, senang mencari tau hal-hal berbau band, dan terinfluence dengan publik figur dan artis yang menurut kita keren. Bisa dibilang kita satu Genre.

Bedanya, ketika aku mulai kuliah, kesibukan membuatku hampir lupa pada musik dan obsesiku itu. sedangkan kamu, kamu tetap terobsesi mengejar impianmu.
Berusaha berjumpa dengan mereka panutanmu, Killing me Inside, D'Cangcuters, The S.I.G.I.T, dan banyak lagi.

Arlandha.. arlandha..
Aku masih bertanya-tanya selama hidupku.
Akankah di masa depan kita akan ditakdirkan untuk bertemu kembali.

Rasanya ingin sekali kujalani sesuatu yang pernah menjadi impianku ketika masih mengenalmu. Dan tak pernah lari lagi dari obsesiku itu. agar aku bisa percaya, jika mimpiku selama 3tahun bersamamu, bukan hanya menjadi sebuah mimpi belaka.


#Cherry Alfitra

Senin, 03 Juni 2019

Bentar Lagi Raya, jadi kita pisah saja


Aku sedang capek.
Dan juga malas lihat wajahmu.
Kamu terlalu kepedean dengan penampilanmu.
Padahal gembel, Brandalan, Bauk, dan Semrawut.

Sebagai laki-laki pasti kamu mengharapkan wanita yang cantik dan terawat.
Dan berhubung aku kurang terawat, sampai kamu protes sana sini.
 Berarti semakin lama semakin tinggi tuntutanmu kan.
Fix, carilah yang lebih sempurna fisiknya. Diluar sana banyak kok. Silahkan.

Sering aku merasa kecewa padamu.
Atas ejekanmu, hinaan dan protesmu. Padahal inilah aku yang kamu kenal, sesulit itukah menerima kekurangan kekasihmu.
Belum jadi suami saja sudah seperti itu, padahal yang menghidupi aku juga bukan kamu.
Tapi sifatmu sudah sok begitu. Bagaimana pula nanti jika kita menikah, mungkin kamu akan mengurungku dirumah terus dan tidak boleh bersosialisasi sendirian.

Kalau memang kamu mau kerja giat, ya sudah kerja saja. Itu kan baik untukmu, baik untuk keuanganmu. Kenapa setiap kali menemukan kesulitan kamu kesal padaku. Dan apakah pantas jika kamu mengalami kegagalan kamu malah menyalahkanku.

Oohh.. Sakit sekali perasaanku ini. Padahal bukan aku yang  memaksamu untuk bekerja setengah mati untuk membiayai pernikahan kita.
Kalau memang tidak mampu ya sudah, untuk apa dipaksakan. Kalau memang ingin memperjuangkan menikahiku ya sudah, lakukanlah dengan ikhlas dan tulus. Kenapa sampai menyalahkan aku atas sikapku yang seolah tak mau membantu.

Hey, aku ini Wanita, Suku jawa. Gak ada sejarahnya wanita yang membiayai pernikahan. Toh kalau memang sudah mau dekat resepsi pernikahan, kekurangan biaya juga akan ditutupi oleh keluargaku. Kenapa kamu malah menuntutku begitu.

Dua tahun kita berpacaran, kamu bahkan tidak pernah membelikan aku baju. Masih pacaran saja sudah pelit begitu. Katanya, jika laki-laki mencintai seorang wanita, maka duniapun ingin dia berikan. Tapi boro-boro dunia, belikan aku sepotong gaun saja kamu keberatan. Dan kalau bicara untung rugi, aku sama sekali tidak pernah meraup keuntungan selama pacaran denganmu. Ya, meskipun tidak terlalu rugi juga sih.
Seperti take and give aja gitu. Kalau kamu memberi, maka kamu akan menerima. Jadi apapun yang kamu beri, selalu ada saatnya aku akan membalas pemberianmu. Seperti manusia yang tak mau rugi. Tak pernah memberikan apapun secara ikhlas tanpa balasan.

Fiuh,,, Capek sekali menjalani hubungan yang begini. Kayaknya lebaran tahun ini kami sudah tidak bersama lagi. Dan dengan begitu aku tidak perlu capek-capek datang kerumahmu dan bertemu keluargamu yang masih belum menerima kehadiranku.

Sudahlah, gak kerasa besok udah Hari raya lebaran kan.
Mohon maafku jika selama kita bersama, aku selalu tidak sesuai dengan harapanmu, sehingga membuatku kecewa berkali-kali.
Terimakasih juga untuk semua pengalaman yang pernah kau berikan, yang takkan mungkin terganti dengan kenangan yang sama di masa depan.

Memang kita sudah harusnya saling menjauh dan tanpa kabar begini dulu.
 Karna sedih, kamu tidak percaya pada langkahku selama ini. Selalu marah jika tidak memberimu kabar kurang dari satu hari. Dan juga semakin kepedean dengan Video Call whatsaap yang menampilkan senyum Gatalmu. Semakin lama, terlihat seperti manusia yang haus kasih sayang. Menjijikkan sekali.
Dan aku yang bukan siapa-siapa ini, tidak mau jadi ikut menjijikkannya dengan dirimu, yang seperti sukarela memberimu kasih sayang secara gratis.

Subhanallah…
Aku ingin bertaubat setelah bulan lebaran tahun ini berlalu.
Dengan tidak lagi berpacaran, dan berhenti berkomunikasi dengan laki-laki. Kecuali untuk urusan kerja.

Karna aku percaya, seburuk apapun masa laluku. Masa depanku masih Suci.
Entah itu kamu atau siapapun manusianya, tidak ada satupun yang berhak menghakimi masa laluku.
Yang mereka berhak hanya membantuku melewati masa sekarang menuju masa depan yang lebih baik.

Untuk saat ini, Biar aku punya waktu berharga sendiriku. Tanpa diganggu pikiran tentang sosokmu yang 'jahat' dan jauh dari kata sempurna. Juga tanpa gangguan dari panggilang telfon dan whatsaapmu.
Dan kamu juga punya waktu berharga sendirimu. Untuk merenungi kesalahanmu selama ini.
Dan melapangkan hatimu agar lebih ikhlas dan lembut menjalani kehidupan. Karna susah rasanya melembutkan hati manusia yang sejak lahir islam sampai usia 22tahun tidak pernah membaca ayat suci Al-qur'an.

Terakhir, aku berharap ketika kamu menemukan catatan ini kamu tidak memaki-maki diriku lagi. Bukalah pikiranmu untuk menerima kekesalanku ini.
Jika membenci, Bencilah diriku cukup dalam hatimu saja, jika sudah tidak tertahankan lagi, akhiri saja hidupku secepatnya.
Karna sungguh lelah begiku, mempertahankan cinta yang tak kuinginkan untuk berlanjut ini. Terlalu banyak luka, yang tidak akan terobati cukup dengan kata maaf  saja. Semua yang terlanjur terjadi jangan diungkit lagi. Cukup diingat saja sebagai kenangan.

Kenangan yang akan muncul, dikala rindu, kala sendiri...