Entri Populer

Rabu, 29 Oktober 2014

Akhirnya saya punya pekerjaan


Sebenarnya saya orangnya Pembosan.
Saya egoisnya tinggi, dan itu tidak bisa berubah. Mungkin karna saya tak ingin merubahnya.
Lebih parah dari itu, saya tidak sanggup mengingat hal-hal yang tidak begitu saya minati. Mungkin saya ingat, tapi itu samar. Dan jika mendapat sedikit Tekanan saja. Maka seketika saya bisa lupa.

Well, selama saya bekerja, banyak hal yang telah menjadi Rutinitas baru saya. Salah satunya, saya belajar disiplin dan cara kerja. Tapi (ada tapinya) seperti yang saya katakan di atas. Pekerjaan saya membuat saya cepat bosan, dan juga saya selalu dituntut untuk mengingat hal-hal baru yang membuat kepala saya bingung. Saya juga selalu ditekan oleh keadaan.

Ah, mungkinkah saya tidak cocok bekerja dengan orang lain?

Oya, saya belum bercerita. Saat ini saya bekerja di Percetakan. Tempat saya bekerja melayani penjualan jasa dan barang. Berbagai macam hal disediakan, mulai dari percetakan undangan, cetak foto, foto copy, Shoting Video, Pelaminan, Keyboard, Genset, sampai Even Organizer. Saya sendiri awalnya merasa sangat beruntung  bisa bekerja di tempat saya sekang. Karna saya merasa tidak sedang bekerja.
Bagaimana tidak! Jika biasanya saya mendesain hanya untuk Hoby, maka di tempat saya bekerja, membuat desain adalah sebuah hal yang dibayar.

Jika hari saya sedang beruntung, saya akan bertemu cowok-cowok cakep yang ingin difoto. Tapi jika saya sedang kurang beruntung, saya mungkin akan bertemu beberapa pelanggan cerewet yang segalanya serba salah.
Kebetulan saya bekerja di tempat  yang pemiliknya adalah orang Batak, sedangkan saya orang Islam dan bersuku jawa. Terkadang kebiasaan dalam keluarga mereka membuat saya 'maaf' jijik. Seperti misalnya makan Babi.

Banyak hal yang butuh saya pelajari mengenai Budaya dan Adat mereka. Jika selama ini saya hanya mengenal satu, dua orang saja bersuku batak sebagai teman.  Maka di tempat saya bekerja, saya harus melayani banyak orang lain yang bersuku batak. Terkadang, seorang ibu datang untuk membuat undangan dengan bahasa batak. Sehingga saya harus mengetik banyak hal dengan bahasa batak atau karo. Sedangkan saya sama sekali tidak tau apa arti bahasa mereka.

Ditambah anak-anak yang Labil. Di tempat saya bekerja ada pola sikap yang aneh yang saya lihat dari ketiga anak yang menempati rumah di atas percetakan tempat saya bekerja.
Ibu bos dan bapak bos, memiliki tiga orang anak. Yang semuanya sering menganggu pekerjaan saya. Tapi terkadang, mereka juga bersikap baik. Aneh.

Anehnya lagi, satu-satunya rekan kerja saya. Juga memiliki pola sikap yang sama. Terkadang dia bersikap baik, dan terkadang dia marah-marah tidak jelas. Membuat saya bingung tujuh keliling.
Entah kenapa dengan orang-orang ini?
Entah bagaimana juga saya harus menghadapinya?