Entri Populer

Senin, 22 April 2024

Innalillahi wa inna ilaihii rajiun..

Ikhlas. Ya. Aku harus ikhlas. Hari ini aku pakai laptopku. Dan tepat sebelum maghrib laptop itu rusak.

Ternyata nyawanya hanya segini.
Aku panik untuk sesaat.

Stress. Ingin teriak.
Hampir saja aku ingin menggila.
Karna semua foto almarhum papa.
Keluarga kecilku.
Bayiku yang cantik.
Video kami semua ada disana.

Ahh.. apa yang harus kulakukan.
Yang bisa membantuku hanya suamiku.
Tapi aku juga sedang sensitif dan selalu sedih dengan sifatnya belakangan ini.

T_T

Ya Allah..
Tabahkan hatiku. Ikhlaskan jiwaku.

Minggu, 21 April 2024

Kesombonganmu

 Entah perasaanku yang terlalu sensitif, atau memang sifatmu yang berubah Drastis.

Kian hari, cara bicaramu makin terdengar menyakitkan hati.

Meskipun kau adalah pilar dalam rumah tangga ini.
Tapi tetap saja, kau tak ada artinya jika tak ada dinding dan atap didalamnya.

Seolah semuanya adalah salahku.
Hal yang buruk-buruk adalah milikku
dan hal yang baik-baik adalah milikmu. 

T_T

Jumat, 19 April 2024

Suami Sakit

"Terkadang, sudah terbiasa
tapi ada kalanya masih terasa menyakitkan dimaki mulut kotormu."
_Chery


Suamiku sedang kurang enak badan, setelah pulang kerja tadi malam
dan hal kurang mengenakkan itupun terdengar lagi
kebiasaan buruknya yang suka memaki itu kumat lagi.
entah kenapa, 
kalau sedang sakit mulutnya menjadi sangat kotor dan cerewet luar biasa.

Padahal aku tak menginginkan hal buruk apapun terjadi padanya,
tapi mulutnya yang gampang memaki itu
kutakutkan itu akan menjadi senjata yang akan menyerangnya balik suatu saat nanti.

Aku sudah memaklumi, sudah cukup bersabar
dan akan mencoba terbiasa setiap kali dia memaki atau membentak

tapi perasaanku juga bukan terbentuk sekeras batu
ada kalanya aku diam dan sekedar memendam marah dalam hati.
Tanpa aku tau kapan kesabaran itu akan habis, dan Meledak kembali.

Sampai muncul pemikiran!
"Jika bukan aku, mungkin pasanganmu sudah bunuh diri dimaki seperti itu".

tapi ini aku, yang sudah kehilangan impian dan tujuan.
Hanya menjalani hidup sampai habis waktu dan membesarkan anak 
sampai mandiri.


Kamis, 18 April 2024

Kerja atau dirumah saja

 Aku kepikiran..

Suamiku minta aku kerja agar bisa nabung dan beli rumah. well, di satu sisi setuju -kalau nabung bisa beli rumah-, tapi di sisi lain suamiku itu tidak memahami posisiku.

Kerjaan rumah yang sama sekali tak pernah dia sentuh, semua itu aku sendiri yang mengerjakan.
Aku bahkan tak punya waktu istirahat ketika aku sakit.
Anak balita kami, yang meskipun masih satu,  mulai dia melek mata sampai pejamkan mata kembali di malam hari, aku juga yang menjaga dan mengurus tanpa ada support dari suami.

Ditambah lagi ketika dia pulang kerja, dan merasa karna dia yang nyari duit, maka dirinyalah yang paling berjasa dan capek dalam rumah tangga ini.

Hah...
Udah kondisinya begini, aku masih harus mijitin badannya, ngambilin makan dan minumnya, sampai melayani Nafsunya di ranjang.

Bukannya aku tak iklas, tapi Kalau aku terus yang melayani dia, lalu yang melayani aku siapa ?

Kadang pengen ngomong dengan lantang, Apa masih layak suami seperti itu meminta istrinya untuk kerja ikut cari nafkah juga.
Tapi jika bicara dengannya, aku akan kalah dengan suaranya yang keras, dan juga keegoisannya.
Apalagi jika ujung-ujungnya malah berdebat dan aku akan mengalah dengan air mata diam2 jatuh.

Lelah!!

Selama menikah dengannya bukan aku tak pernah kerja, bantu cari nafkah juga.
Tapi yang ada ujung-ujungnya rumah berantakan, capekku berkali-kali lipat karna kerjaan di luar dan drumah tak pernah ada ujungnya.
Sampai akhirnya kami bertengkar dan ya.... (cerita menjadi lebih rumit)

Menitipkan anak pada saudara juga bukan menjadi solusi. Karna menitip juga kan bukan gratis. Kondisi anak juga jadi tak terpantau. Di tangan sendiri aja masih suka 'khilaf' menghadapi anak. Bagaimana di tangan orang lain ?

Sebenarnya jika aku memang mau memutuskan untuk bekerja, tanpa diminta juga aku akan dengan senang hati bekerja.
Tapi dengan syarat bebaskan aku dari pekerjaan rumah. Mulai dari memasak, mencuci dan beberes.

Lagipula untuk apa aku punya suami jika aku mampu bekerja.
suami yang hanya menambah lelah hati dan pikiranku saja.

Jika aku mampu menafkahi anak dan diriku, apa lagi gunanya suami. Karna fungsi dia satu-satunya dihidupku hanya memberi nafkah saja.
Lebih dari itu aku bisa sendiri. bahkan mungkin malah lebih baik tanpanya.


Hmmm...

Selasa, 16 April 2024

Selamat Jalan Bapak Alopsen Gultom

 Innalillahi wa inna ilaihi rajiun..

Kabar itu menabrakku tiba-tiba saat baru saja buka facebook.
Seorang Guru Sejarah, sekaligus Kepala Sekolah di SMA ku dulu, Mas Alwashliyah.

Ingatanku pun melayang sedikit di masa awal sekolah.
Saat itu guru yang biasa kami sapa Pak Gultom itu, telah membantuku mengatasi kesulitan di awal masa-masa sekolah dulu.

Pak gultom yang punya ilmu psikolog, pernah memberi nasehat yang membuatku ingin tetap lanjut sekolah. Jika bukan karena nasehatnya mungkin aku sudah pindah sekolah saat itu.

Terakhir berjumpa pak gultom adalah di tahun 2013, saat hendak melamar kerja, dan aku datang ingin minta Legesan Ijazah, sekaligus ingin menyelesaikan Administrasi sekolah.

..
Sekarang Pak gultom yang sudah renta telah pergi.
Kepala sekolah SMA itu telah berganti.


Alfatihah..

Senin, 15 April 2024

Rezeki bangun Pagi

Rasanya sudah jarang aku  bangun pagi dan memulai aktifitas.

Sampai pagi ini aku bangun sedikit lebih cepat dari biasanya.

dan Seorang bocah datang menggadaikan kereta matic pada suamiku.

haha, akupun tertawa dalam hati.

Apa ini yang dinamakan rezeki pagi hari.

baru sekali bangun pagi.
Sudah ditawari kereta bagus dan murah.

Jangka waktu 1 minggu, dapat kereta injeksi walau tak bersurat.

Tapi jika aku bangun pagi tiap hari, rezeki macam apakah nanti yang menghampiri ?


Sabtu, 06 April 2024

Ada Cerita dalam setiap foto

 Di Laptopku ada banyaaak sekali foto dari semua kenangan yang pernah kualami di hidupku.

Bukan hanya foto bagus, tapi ada foto candid, ada juga foto yang tak sengaja terjepret dan tersimpan.

bagiku selalu ada cerita dalam setiap foto.

Dan untuk mereka yang telah tiada, foto-foto itu bisa menjadi obat rindu, dikala aku ingin bertemu.
Dan untuk semua harta benda yang telah hilang, foto-foto itu juga menjadi pengingat, bahwa yang telah diambil alih orang lain, hanyalah sesuatu yang pernah dimiliki.

foto di teras depan rumah mbah


Jumat, 05 April 2024

Permainan Waktu

 Seperti dipermainkan oleh waktu
Aku kembali bertemu denganmu, Cinta lamaku

Di usia yang sudah kepala 3,
saat sedang bersama suami dan anakku
aku tanpa sengaja melihatmu kembali

Kau tersenyum manis sekali,
senyuman yang sama seperti saat pertama
aku jatuh cinta padamu

Darahku mendesir
Hatiku memanas

Sejenak aku kembali merasakan cinta itu
perasaan yang sudah lama hilang
untuk beberapa detik ia kembali

akupun menatapmu, termangu
dan kau mulai malu-malu

Terfikir untuk menyapa,
Tapi apa gunanya,
Pada akhirnya, aku kembali pada realita.

Kamu yang begitu manis di ingatanku
sosok yang selalu sempurna 
dalam siluet kenangan lalu

Kamu yang dipertemukan oleh waktu
dan terlupakan seiring waktu

Tapi hari ini, seperti dipermainkan waktu
Untuk sesaat aku lupa jika usiaku telah tiga puluh

Senyuman singkat itu,
membuatku merasa kembali ke usia belia
Saat pertama kali merasakan cinta.

Selasa, 02 April 2024

I Can Do It

 Seolah ada yang sedang kukejar, atau ada yang sedang kutunggu kehadirannya.

Aku ngebut Ngeblog beberapa hari ini.
Everything i Post

Yeah.. 

Semangatt !