Entri Populer

Jumat, 12 Oktober 2018

Sesuatu yang kusebut KAU (part 3)

 "Makarizo Hair Energy" Aku beli obat pelurus rambut itu demi memperbaiki Rambutmu. 

Rambut keriting, kriwol ke mana-mana, kusut dan juga bau apek. 

Penampilan berserak tak berguna. 

Brewok yang penuh menutup wajahmu yang kian semrawut. 

Intinya selalu jorok dan bau. Itulah aslimu, pemuda Batak. 

__+-+

Tapi karena kau sudah pergi jauh, obat pelurus rambutnya aku gunakan sendiri saja. 

Aku senang tak harus capek-capek merubah penampilanmu. 

Karna seleraku adalah yang berwajah eropa Asia, rambut lurus dan berponi, bermata binar, dan yang terpenting meskipun tidak berpakaian rapi, tapi tau cara berpakaian yang cocok untuk dirinya. 

Satu lagi, harus wangi dan pintar. 

Dan we'll, semua tipe seleraku -dari segi penampilan-, tak ada pada dirimu. 

Kalau hanya masalah fisik dan tangan yang kekar, aku rasa semua laki-laki memilikinya. Bukan kau saja. 

Lagipun, untuk wanita yang kesepian, semua pelukan adalah kenyamanan. Bukan hanya pelukanmu. 

Ah sudahlah.. 

Kau pun sudah tak ada. 

Sudah saatnya aku berhenti membuat kau terlihat semakin buruk. 

# sekian

Selasa, 09 Oktober 2018

Sesuatu yang kusebut KAU (part 2)

 Aku tidak boleh plinplan. 

Semua kesulitanku tercipta karna adanya kau. 

Suatu masa, perasaan ini pasti akan terulang, meski bukan pada orang yang sama. 

Aku sedang menggali tujuan ku sekarang. 

Tak mungkin aku bersedia menunggu hanya untuk mendapat hasil, Terluka. 

Jika tak ingin terluka kembali, aku harus tinggalkan saja. 

Selama kita bersama, hadiah yang pernah kudapat hanya sebuah jam tangan butut. Itupun bukan hasil dari kau beli, tapi dapat dari suatu tempat. 

2tahun yang panjang, hanya membelikan hadiah sepatu harga 30ribu. Tak adalah upaya untuk mengusahakan kebahagiaan aku. 

Kau sangat pelit, untuk seorang manusia yang punya pekerjaan. 

Jangankan untuk aku. Baju yang kau pakai saja, tak terbelimu. 

Maaf bukan mengungkit kepelitanmu terlalu banyak. Tapi setiap menjumpaiku, baju yang kau pakai, hanyalah baju yang pernah kupinjamkan, entah itu punya adik laki-laki ku atau milik ayahku. 

Ironisnya, saat sudah kupinjamkan padamu, baju itu jadi milikmu. Sungguh miris, antara pelit dan perhitungan. Kau lebih cocok disebut Miskin. 

#! NotesHates

Senin, 08 Oktober 2018

Sesuatu yang kusebut KAU (part 1)

 Aku sedih parah waktu aku tau orangtuamu mengizinkanmu pergi bekerja keluar negri. 

Mungkin -menurut fikiran suudzonku- orang tuamu mengizinkan kau pergi agar kita terpisah. Saling menjauh dan saling melupakan. 

Oke fine "gak terlalu tertarik juga aku bergabung dalam keluarga batak yang kalau ngomong pakai toa dan lantam" Pikirku. 

Sampai aku berfikir, toh tak akan juga dinikahi laki-laki sampai aku mati. Merasa diri tak ada harganya juga, aku tak mau berkecil hati. Jalani saja yang terbentang di depan. Ikuti kata hati, naluri dan kepekaan seorang wanita. 

Aku tidak bisa merubah pemikiran ibu, ayah, keluar besar apalagi pikiran mu. Yang aku bisa hanya merubah pikiran ku sendiri saja. (Selama itu tidak merugikan orang lain kan, apa salahnya.) 

Next.... 

Minggu, 07 Oktober 2018

Dilema


Aku bukanlah wanita baik. Akhlak dan budi yang ku punya masih jauh dari kata baik.
Kesalahan dan dosa yang kulakukan terkadang masih berada di bawah kehendak dan keinginan hatiku sendiri.
Sangat jarang rasanya jika aku sampai melakukan sebuah dosa atas dasar khilaf. Bukankah Khilaf itu hanya sebuah alibi, agar sebuah dosa tidak terlalu memberi kesan rasa bersalah di hati.

 Atas dasar itu,  sepanjang hidup aku hampir tidak pernah berharap jika suatu saat akan mendapat jodoh pria baik-baik yang soleh dan sempurna.

Aku hanya percaya, jika siapapun hati yang pernah menatap dan menggenggam tanganku adalah cinta yang nyata dan pernah ada.

Aku mudah menangis, mudah tersentuh dan jatuh cinta.

Tapi Berbandingan dengan itu, aku juga mudah Marah, mudah patah hati dan menjauh dari cinta.

_-,

Meninggalkanmu tanpa kabar saja

 Aku ingat bagaimana dulu aku menukar semua kartuku ke HP Samsung agar bisa memblokir nomormu. 

HP itu selalu bekerja Nonstop, antara untuk Isi Pulsa dan Searching Internet. 

HP itu hanya akan istirahat, jika aku juga istirahat. Semuanya berlanjut sampai HP itu BLANK. 

Aku hampir lupa jika kau adalah hakim yang kejam. Selalu memfonis 100% kesalahan orang " Tanpa Ampun".

Apa artinya penantian ini? 

Apakah aku harus menunggu satu tahun hanya untuk jalan-jalan naik moge. Oh tentu tidak. Hoek.. Cuihh... 

Tidak ada kau, aku juga tidak rugi. Uknow. 

Selasa, 02 Oktober 2018

Tempat Kerja Dulu

Dulu saya kerja di Fotokopi dan Percetakan orang sebelum akhirnya saya buka fotokopi dan percetakan sendiri,

saya banyak belajar selama berada di sana.
saya banyak berterima kasih pada ibu dan bapak atasan yang selalu sabar dan baik hati.

dan juga saya bahagia pernah bertemu teman2 sesama pekerja di tempat itu.