Entri Populer

Kamis, 31 Januari 2019

My Cats (Bembem, Mbot, Dodo)

sedang menatap

tercyduk

apa tuh

lagi sinis

bobok manjah

Matamu nakk
Sehat-sehat ya kucingku sayang...

Mama Deby udah mati. Tapi kk, sayang sama kalian anak-anak mama deby. Terkhusus buat Bembem sayang... yang selalu manja dan bobok deket kk, sama Mbot Ndut yang suka digendong sambil diajak jalan-jalan..
Sehat terus ya Miung..

Maaf kalau kadang gak kk ada ikan untuk kk kasih kalian makan..

Senin, 28 Januari 2019

Selembar Tiket Kenangan

KA SRI LELAWANGSA

Tujuan Medan-Binjai = 11.00- 11.30
Tanggal 17 Agustus 2018

SRILELAWANGSA

Tujuan Binjai-Medan = 18.00- 18.32
Tanggal 17 Agustus 2018


Pertama kali naik kereta Api. Berdua denganmu dari medan binjai.
Pulang Pergi, Gak dapat tempat duduk. Haha

Jalan berdua tak tau arah. Jauh dari rumah dan cuaca sangat terik.
Berjalan bernaung di bawah satu payung.

Aku membawamu ke Taman Megawati.
Taman yang sama yang kudatangi ketika pertama kalinya aku menghianati kesetiaanku untukmu.

Aku sudah datang dan berfoto di tempat ini pada tanggal 7 Agustus 2018.
Aku tau, rencana apapun tidak akan terwujud di tanggal 8 Esok.
Tanggal luar biasa bagus untuk menetapkan pernikahan kita.
(tanggal mirip pernikahan orang tua, dan ulang tahun cinta terdalam pertama)

Kita naik GrabCar.
Cuma bayar 10,000 dari Auto 2000 ke Stasiun Bus.
Pulangnya kita makan Mi Goreng.


Di pinggir rel kereta kita banyak berfoto.
Aku memotretmu dari sisi mata fotografer yang kukuasai.

Kita sama-sama bahagia menikmati hari itu.
Di dalam gerbong kereta, saat kulihat semungil bayi lucu digendongan ibunya.
Kupegang tangan mungil itu, dibalas senyum riang nan manis dari si bayi.
Aku tertawa, gemas sekali. Bayi lanang yang Ndut.
Aku ingin memiliki yang seperti itu juga nanti.
Anak darimu, Lucu dan manis sepertimu. :D

Ketika sampai dirumah, kau memijit kakiku.
Aku tidak memintanya, tapi kau melakukan itu.

Lalu, tanpa pikir panjang mulutku mengatakan kejujuran itu.
Tanggal 7 agustus 2018.
Aku menghianati kesetiaanku untuk pertama kalinya.

Aku berfikiran pendek.
Jadi aku hanya mengikuti yang paling dominan saat ini.
Yang lalu, adalah Tai Kucing.

 Aku tidak ingat bagaimana aku mengakuinya.
Tapi ini adalah pertama kalinya aku jalan dengan yang lain, setelah kita bersama.

Dan aku sama sepertimu.
Tidak akan melupakan Hari ini, Kekecewaan ini.


Minggu, 27 Januari 2019

Ditanganku sendiri


Aku ingin mengingat satu kata ini “Padamkanlah api yang masih kecil, sebelum api itu terlanjur membesar”

Jadi bisa diibaratkan perasaanku pada seseorang –manusia tentunya- jika baru mengenal, maka itu adalah sebuah api yang kecil. Jika sudah lama berjalan dan timbul rasa Cinta. Maka itu sudah api besar.

Aku tertarik, suka dan kagum. Ini pasti hanya awalnya saja (apinya masih kecil). Karna jika kulanjutkan perkenalannya bisa makin menjalar kepada kebakaran hebat.

Oke, udah dulu.

Minggu yang bisa dibilang luar biasa Santaii… dan Malass…
78% waktu hari ini kuhabiskan untuk nyantai di kamar, golek-golek, bobo syantik, dan leha-leha main Android sampe lobet. Asooyy…
Gak buka kios, gak dapet duit. Prett

Pakaian dikamar yang mirip urap segambrek. Bener-bener jadi beban Puoll.
Siang hari sempat sih diajak bang Andi Syaputra datang ke Mercy. Ada acara pembukaan  jembatan katanya.

Dia ngajak mandi2, soalnya tiketnya dua. Gak tau mau ngajak siapa katanya.
And,, because in this world nothing –yang namanya kebetulan. Mungkin udah ditakdirin. Waktu pasang status foto bareng temen2nya, ada nanda yg kena jepret.
Aku kepikiran sepanjang dirumah, ajakannya itu apakah patut datang atau tidak ?
Akupun ngomong sama mama, dan seperti biasa dia Cuma membully aku.
Hm… oke.          
Udah waktunya aku nyerah dan kembali pada kehidupanku yang didominasi sama mama yang suka ngebully.
Akupun milih untuk tidak pergi. Aku membuat bg Andi kecewa. Hingga malam hari aku memutuskan hubunganku dengan bg Andi juga.

Lalu, memutuskan hubunganku dengan laki-laki keras kepala bermarga sembiring itu.
Aku dan dia sama-sama mengkritik pedas soal pribadi dan kehidupan masing-masing yang kami tau itu salah. Dan kami benci.

Aku biarkan dia mengeluarkan unek-uneknya.
Lagi dan lagi dia Cuma ungkit2 yang lalu, waktu aku jalan sama orang lain selain dirinya.

Aduuhhh udalah ya, capek saya :/

Hujan sore ini

Hujan Sore ini memaksaku
mengurai kembali papahan rindu
yang sudah dulu,
ku kemas berlapis-lapis
Untuk membukapun tiada mampu

Hujan sore ini memaksaku
menikmati kilasan memori
seperti layar yang lepas
mengalihkan imajinasiku untuk menyatu

Hujan Sore ini memaksaku
basah dalam kisah ini
aku harus berlari
menggena kencang untuk kau dengar
aku menunggu disini

Hujan sore ini memaksaku
mengambil pelepah hatiku
tuk lindungi dirimu
dari segenap prasangka
yang meluluh lantakkan janjimu

Yang bidadari, Yogyakarta 26/9/2014

Kamis, 24 Januari 2019

IBA

Sore hari, jalan-jalan ke T-Garden sama sepupuku Rani.

Ya.. cukup asik sih.

Tapi kok ada yang kurang karna sebelumnya aku pernah datang ke tempat itu bersamamu.

Kami mengambil banyak foto. Foto indah yang dijepret bergantian. Karna wanita adalah objek, yang selalu ingin terlihat Cantik. Ingin terlihat indah.

Fikiranku terngiang kembali.

Aku selalu tersenyum dan bertingkah manja jika berada disampingmu. Karna lebih dari segalanya.  Aku tidak mampu menutupi ekspresi bahagiaku saat kita jalan-jalan.

Sang Logika bermain => Keegoisanku membuatku membencimu jika sampai kau mengenal wanita dan bertingkah hampir sama seperti yang kau lakukan padaku.

Cemburuku padamu sangat besar..

Karna aku pernah merasakan Cintamu yang juga besarr..

Jika masih mengenalku, aku harap kau tidak memanjakan siapapun selain aku. Aku Mencintaimu.

-

Detik-detik sebelum pulang, panggilan Video Via Wa darimu masuk.

Aku mengangkatnya dan melihatmu sedang jualan Durian. Kau melihatku berdandan dan ada rani.

Kamu bertanya sedang dimana ?

‘Nanti cintaku diambil orang’

Dibalik kata-kata yang sederhana begitu, aku tau tipe orang sepertimu menghayatinya sampai menjadi luka.

Aku mengikuti permintaan hatiku untuk mengunjungi tempatmu jualan di depan Cfc.

Kamu sering mengajakku, tapi aku tidak pernah bisa. Dan mumpung sama rani. Kuajak dia kesana, bermodalkan bertanya pada Google Maps.

Kami lewat Kebun Binatang. Mungkin ini jalan belakang.

Syukurnya gak kesasar.

Lokasi Jualanmu persis di samping Cfc. Aku langsung melihatmu begitu lihat ada yang jualan Durian di pinggir jalan.

Aku merindukanmu.

Saat kita mulai bicara, aku merasa aku kok kasihan padamu.

Kulihat penampilanmu yang lusuh itu. Baju, topi, celana dan sepatu. Semuanya tampak lusuh.

Aku benar-benar simpati dan iba.

Inikah orang yang aku Cintai “?

Sesusah inikah hidup yang biasa dijalaninya.

Tuhan, jika dia memang pekerja keras. Anugrahkanlah pekerjaan yang sesuai hasil dengan keringatnya.

Laki-laki muda ini, kenapa tidak punya gengsi. Apakah dia membuang jauh gengsi itu.

Demi apa ?

Demi hidupnya di masa depan ?

Atau demi aku ?

Ah TOLOL.

Kamu dilahirkan di Dunia yang sangat kasar, Kamu terlalu keras buat aku. (Klasik taik-taik pukimak)

Kamu pegang tanganku,lalu cium, Cubit pipiku, memeluk dan merangkul hatiku.

Membuatku meleleh dan bahagia. Tapi aku kok merasa Resah.

Hati ini kok malah makin Rapuh.

Seperti merasa, aku memang akan menjadi bebanmu kelak.


Tanpa diinginkan juga aku jadi memikirkan Dion.

Rasa ini pernah singgah padaku. Mirip tapi tidak sama persis.

Ketika aku menyayangi Dion Sembiring.

Kondisinya Lusuh, kumal, dan terhina.

ketika melihatnya membuatku sangat  kasihan.

Kenapa dia harus terlahir sebagai kaum bernasip Susah.

Tapi saat aku duduk disana, dia bisa tersenyum indah, seolah segalanya baik-baik saja.  

Menghujaniku dengan kata-kata manis yang terangkai dari hati.

Otomatis tersentuh haru.

‘Cintaku, jangan terlalu memaksakan diri. Untuk memperjuangkanku. Banyaklah Berdoa. Jikapun kita tidak bisa bersama di Dunia ini. Semoga di Kehidupan Abadi, kita bisa dipertemukan Kembali’.

Amin.

Hatiku, tidak ada yang tau hatiku. Hatiku sangat mencintaimu.

Sampai, seandainyapun tidak bersama, aku sanggup mengikhlaskan itu.

Hatiku sudah pernah menikah denganmu.

Jadi untuk kebahagiaan yang tak lama itu. Aku Ucapkan Terimakasih yang Manis dan Selamat tinggal yang Indah.

Rabu, 02 Januari 2019

haha

Aku belum mandi dari Pagi. Sudah setengah hari bahkan. Ha ha
Aku enggak mau mengelak kalau ada yang bilang aku ini malas. Aku iyakan saja. Haha



Selasa, 01 Januari 2019

Menghindar Saja


Aku berbincang dengan ayahku tadi. Dan dia sangat tidak merekomendasikan diriku untuk menikah dengan seorang laki-laki sepertimu.

Ayah bilang, kamu pelit.
Dan aku hanya meyakinkan ayah sekedarnya saja.
Kotornya, ayahku kurang setuju memiliki menantu seperti dirimu.
‘Oo Tuhan, bisakah sekali saja aku dipertemukan dengan seorang laki-laki yang kusukai dan disukai oleh keluargaku juga ?
Kenapa mereka mengharapkan yang sempurna >? Apakah tidak terlihat jika wujudku ini juga brekele, jauh dari kata sempurna.
Taik anjing juga kadang.
Terdengar sepele, tapi cukup meremukkan perasaan setiap kali memikirkannya.
**


#Chery_Alfitra