Entri Populer

Sabtu, 10 Januari 2015

Catatan Untuk Saya {1}


Kita 'manusia' enggak pernah tau apa yang akan terjadi nanti di masa depan.
Orang yang dulunya begitu disanjung dan dipuja, bisa saja hanya karna satu Skandal orang itu dijatuhkan bagai Sampah tak berharga. Begitupun orang yang dulunya dianggap sampah, bisa saja hari ini dia menjadi sosok yang dihormati. Karna satu prestasi yang tidak kita duga.
Bukankah banyak contoh di depan mata kita.

'maaf' sebut saja Michael Jackson. Dia Raja musik  Pop di Dunia, Disanjung, Dikagumi, Dielu-elukan bahkan saat ratusan berita miring tentang dirinya telah diterbitkan.
 Tapi dalam waktu singkat -yang tidak kita duga- Michal Jackson Meninggal Dunia. Dan hari ini, setelah waktu berlalu.Sosok King Of Pop yang dipuja itu, telah terlupakan begitu saja. Karna ia tidak lagi berdiri di atas bumi.

Dan 'maaf' jika dari dalam Negri, banyak sekali sosok Publik Figure yang dulunya menjadi pusat Perhatian, saat ini malah hilang kabarnya entah kemana. Mereka hilang dari  Media, dan duniapun akhirnya melupakan mereka. Sebut artis yang populer lewat jalan instan, Norman Kamaru, Sinta Jojo, kemana mereka sekarang.
Dan sebut satu nama lagi 'Olga Syahputra'. What are him doing now? Dulu dia begitu eksis tampil di setiap stasiun Tv, seperti banci kejar target. Tapi sekarang dia hilang gitu aja. Karna tak lagi muncul di Tv. Mungkin saja orang-orang mulai melupakannya.

. Ya, entah kenapa di masa depan kita semua enggak ada yang tau 'kita' akan jadi apa?!

Karna dunia tidak berjalan ditempat. Dunia itu berputar, sama halnya dengan kehidupan. Dan kehidupan yang kamu miliki saat ini, pasti akan berubah dan tidak akan selamanya seperti sekarang ini.
Lalu, perubahan kamu di masa depan kamu nanti, bisa kamu mulai dari sekarang.

Dan Ngomongin masa depan lagi. Saya pernah membaca kisah nyata seorang pemuda yang Mendadak dapat warisan Rp 14,7 triliun dari  pamannya.
Namanya Sudev. Dia hanya pemuda biasa.
//Di Hari itu, setelah menjalani kesehariannya, Sudev sedang beristirahat saat seorang pria mengetuk rumahnya. Pria tak dikenal itu mengaku sebagai utusan sang paman yang sudah tidak ditemuinya selama belasan tahun.
Pria tersebut ternyata agen yang telah mengawasinya selama beberapa bulan terakhir. Dia diutus sang paman untuk menyampaikan warisan senilai Rp 14,7 triliun pada Sudev.
Tak disangka-sangka, hanya dalam semalam, Sudev berubah menjadi miliarder terkaya di negerinya. Dirinya mengaku kaget sekaligus sangat bahagia karena bisa lancar melanjutkan kuliahnya.
Tak sadar dirinya sudah jadi miliarder, Mewarisi harta Rp 14,7 triliun, Sudev sama sekali tak paham mengapa sang paman melakukannya. Di pikirannya, dengan uang tersebut, dia bisa melanjutkan studi jurnalismenya.
Setelah mewarisi uang tersebut, dia tak merasa sudah menjadi orang kaya karena tetap bekerja dan melanjutkan kesehariannya seperti biasa. Hingga akhirnya saat sedang bekerja, dia melihat namanya di sebuah media dan telah menjadi orang keempat terkaya di Moldolov.
Dia mengaku hidupnya tak banyak berubah. Meski memang, banyak teman dan penduduk sekitar yang membanjirinya dengan permintaan bantuan keuangan.
Tak hanya itu, Sudev juga merasa banyak wanita muda yang berusaha mendekatinya. Semua itu tentu karena harta yang baru dimilikinya. Maklum, Sudev masih muda dan sudah menjadi miliarder. 
__Cerita selengkapnya bisa dibaca DI SINI. 


**
Waktu saya kecil, saya juga menjadi Korban Bully dari teman-teman. Saya sering mendapat perlakuan tak menyenangkan seperti dicemooh bahkan saya pernah disakiti secara Fisik oleh seorang teman satu kelas saya.
Mengingat cerita itu terjadi dimasa lalu, saya merasa sangat tidak nyaman untuk menceritakannya kembali sekarang. Karna alasan yang sama seperti tadi, keadaan telah berubah. Tapi memang dulunya saya juga Korban Bully.

Hingga belum lama ini, saya kembali bertemu dengan Teman yangg telah membully saya dulu. Mungkin dulu dia memiliki Kuasa untuk menyakiti saya. Tapi Hari ini 'MAAF' keadaannya -jauh lebih terpuruk daripada kehidupan saya- malangnya, saya malah kasihan melihat keadaannya sekarang. (karna salasan privasi saya tidak menceritakan teman saya itu disini). Tapi sekarang saya telah memaafkannya. bagaimanapun dia hanyalah bagian dari masa lalu.
**

Sobat, Marilah kita belajar untuk menghargai orang lain, ketika kebetulan kita sedang berada di Atas. Dan jangan iri atau sakit hati pada orang yang lebih tinggi, ketika kita sedang berada di bawah. Karna dunia tidak selamanya seperti sekarang. Ia akan berubah Jika kamu berusaha Mengubahnya.