Entri Populer

Sabtu, 30 Maret 2013

Awal mutusin buat sendiri –lagi-


Setelah menyadari hidup gue yang melelahkan dan kosong cukup lama, akhirnya gue dapet temen baru. Temen asik yang jarang diminati karna mereka ‘berteman-dengan-sepi’.

Aku sudah berFositif thinking dalam menghadapi cobaan. Meskipun kesedihan itu belum mau jaga  jarak dari masalahku. Dan semua ketegaran tetep aja Endingnya sama.

 Hanya-akan-buat-hatiku-merasa-tertusuk.

Apakah masalah orang dewasa sermit ini?

Selama ini aku selalu menerima apa yang ada, tanpa terfikir untuk menolaknya sesekali. Tapi setelah Kedewasaan ini diminta mengambil keputusan, aku langsung Down. Dan berharap gak akan  Menghadapi ini. Dengan mudahnya aku belajar otodidak bagaimana cara membenci sesuatu.
“Fake

Guwe ingin jadi Hatters yang baik, meskipun tidak Pandai merangkai kata untuk terus menghujat tanpa celah.
sedikit caper dan membuat orang tertarik padaku. Sampai hatiku nolak untuk itu lagi.
Apakah ini cara terbaik untuk mengurangi kehidupan hayalku ??

27th september